Unsoed dan Polri Perkuat Kolaborasi Akademik, Luncurkan Pusat Studi Kepolisian 

Elde Joyosemito
Unsoed Purwokerto bersama Polri memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi kepolisian. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto bersama Polri memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi kepolisian. Kolaborsi tersebut ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Jawa Tengah dan Unsoed sekaligus peresmian Pusat Studi Kepolisian di Kampus Unsoed, Purwokerto.

Peresmian pusat studi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mendorong pengembangan pemolisian berbasis riset atau evidence-based policing, sekaligus memperluas jejaring akademik nasional dalam pengembangan ilmu kepolisian.

Rektor Unsoed menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Polri dan menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kolaborasi tersebut.

“Pusat Studi Kepolisian ini kami harapkan menjadi wadah sinergi antara kepakaran akademik dan tugas-tugas kepolisian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat,” ujar Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, Unsoed juga mendedikasikan kepakaran para guru besarnya untuk berkolaborasi langsung dengan aparat kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat. Sejumlah pakar Unsoed yang akan terlibat dalam kolaborasi tersebut.

Rektor menambahkan bahwa kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung berbagai program strategis nasional yang melibatkan kepolisian melalui pendekatan berbasis riset dan ilmu pengetahuan.

Dengan ekosistem akademik yang kuat, menaungi 12 fakultas dan sekitar 35.000 mahasiswa, Unsoed yang kini berusia 63 tahun dinilai memiliki kapasitas menjadi mitra strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Peresmian pusat studi tersebut juga merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam membangun 74 Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama dengan sejumlah universitas.

Pada tahap awal, pusat studi kepolisian diluncurkan di empat perguruan tinggi, yakni Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), dan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Selain itu, pada Kamis (5/3/2026) juga dilaksanakan penandatanganan dan peluncuran Perjanjian Kerja Sama di Biro SDM Polda Metro Jaya bersama sejumlah perguruan tinggi mitra, antara lain Universitas Bhayangkara, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Syarif Hidayatullah, Universitas Borobudur, Universitas Bangka Belitung, serta Universitas Gadjah Mada.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi yang berkomitmen membangun ekosistem ilmu kepolisian di Indonesia.

“Atas nama Kepolisian Negara Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para rektor dan seluruh civitas academica atas prakarsa, komitmen, dan kerja keras dalam mewujudkan Pusat Studi Kepolisian ini. Keikutsertaan perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk memperluas jejaring kolaborasi akademis di bidang ilmu kepolisian serta memperkuat ekosistem riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung transformasi Polri,” ujarnya.

Menurut Dedi, ilmu kepolisian saat ini berkembang menjadi disiplin ilmu antardisiplin yang semakin penting dalam merespons dinamika sosial dan perubahan pola pemolisian di masyarakat.

“Ilmu kepolisian kini telah berkembang menjadi disiplin ilmu antardisiplin yang esensial. Ilmu ini menjadi fondasi teoretis dalam menanggapi dinamika sosial serta transformasi pola pemolisian di masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus berperan aktif dalam memajukan kepolisian Indonesia melalui kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan.

“Saya mengajak seluruh hadirin untuk terus berpartisipasi secara aktif dalam memajukan kepolisian Indonesia. Polri siap membuka diri dan siap berkolaborasi melalui berbagai program riset serta penyusunan kebijakan yang akan digerakkan bersama pusat-pusat studi kepolisian di perguruan tinggi dengan pendekatan pentahelix,” katanya.

Acara penandatanganan dan peresmian di Unsoed turut disaksikan oleh Komjen Pol Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana. Hadir pula sejumlah pejabat Polri lainnya, di antaranya Irjen Pol Dr. Susilo Teguh Raharjo, Irjen Pol Dr. Barito Mulyo Ratmono, Kombes Pol Dr. Eko Wagiyanto, serta jajaran kewilayahan termasuk Kapolresta Banyumas dan Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Tengah.

Di sisi lain, penguatan ekosistem keilmuan juga terus dilakukan di internal Polri melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang telah mengembangkan berbagai pusat studi strategis, di antaranya Pusat Studi Polmas, Anti Korupsi, Terorisme, Ilmu Kepolisian, Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas, Cyber, Sumber Daya Manusia, Pasifik Oseania, serta Kehumasan.

PTIK juga dijadwalkan meluncurkan tujuh pusat studi baru pada 10 Maret 2026, antara lain Pusat Studi Teknologi Kepolisian, Forensik Kepolisian, Internasional Kepolisian, Keamanan Nasional, Pelayanan Perempuan dan Anak, Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik, serta Intelijen Kepolisian.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network