Beruntungnya Jadi Warga Banyumas, Layanan Kesehatan Cukup Pakai KTP

Elde Joyosemito
Pemkab Banyumas menerapkan skema Universal Health Coverage (UHC) non cut off guna memastikan seluruh warga mendapatkan layanan kesehatan tanpa terkendala administrasi. (Foto: iNewsPurwokerto)

Ia menambahkan, dalam skema sebelumnya (cut off), kepesertaan baru aktif setelah 14 hari pendaftaran. Namun melalui skema non cut off, status kepesertaan langsung aktif sehingga layanan kesehatan bisa digunakan pada hari yang sama.

“Begitu didaftarkan, kepesertaan langsung aktif dan dapat segera dimanfaatkan,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga menyederhanakan prosedur pendaftaran. Jika sebelumnya harus melalui pemerintah desa, Dinas Sosial, hingga Dinas Kesehatan, kini pendaftaran dapat dilakukan langsung di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dan klinik pratama.

Selain itu, syarat surat keterangan tidak mampu juga dihapus untuk mempermudah akses layanan bagi masyarakat.

Amrin menegaskan, kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mencegah masyarakat jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan. Selama ini, tidak sedikit warga yang menunda pengobatan karena keterbatasan biaya.

“Warga Banyumas tidak perlu khawatir untuk berobat. Pemerintah daerah menjamin layanan kesehatan tetap diberikan,” katanya.

Pemkab Banyumas juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat jika masih menemukan fasilitas kesehatan yang menolak pasien. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti bersama instansi terkait.

“Koordinasi dan sosialisasi akan terus diperkuat, terutama setelah Lebaran, agar program ini benar-benar berjalan efektif dan menjangkau seluruh masyarakat,” ujar Amrin.

Editor : EldeJoyosemito

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network