Hal senada disampaikan Deputi Gubernur Bank of Korea Chang Cheong-soo yang menilai kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan kedua negara di bidang ekonomi digital.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung integrasi sistem pembayaran dan konektivitas ekonomi digital antara Korea dan Indonesia,” katanya.
Seremoni peluncuran di Jakarta digelar di Kantor Bank Indonesia dan dihadiri Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta serta perwakilan Kedutaan Besar Korea Selatan. Sementara di Seoul, acara berlangsung di Bank of Korea dengan kehadiran Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman.
Implementasi QRIS lintas negara ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, Bank of Korea, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Korea Financial Telecommunications & Clearings Institute (KFTC), serta sejumlah lembaga keuangan.
Bank Indonesia mencatat, hingga Februari 2026 jumlah pengguna QRIS telah mencapai 60,77 juta. Pemanfaatan QRIS lintas negara juga terus meningkat, terutama dari wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia.
Sepanjang 2025, transaksi inbound tercatat 5,89 juta, jauh melampaui transaksi outbound sebesar 1,68 juta. Hal ini menunjukkan kontribusi positif sistem pembayaran digital terhadap perekonomian nasional.
Selain Korea Selatan, kerja sama QRIS lintas negara sebelumnya telah terjalin dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang dengan nilai transaksi yang terus menunjukkan tren pertumbuhan.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
