Cilacap Genjot Pariwisata, Revitalisasi Teluk Penyu hingga Buka Rute di Bandara Tunggul Wulung 

Elde Joyosemito
Pemkab Cilacap terus mendorong penguatan pariwisata berkelanjutan dengan revitalisasi kawasan pesisir Teluk Penyu serta pembukaan rute Bandara Tunggul Wulung. (Foto: Istimewa)

Saat ini, Cilacap memiliki 19 desa wisata yang dikelola oleh masing-masing desa. Sementara itu, objek wisata yang dikelola langsung pemerintah kabupaten baru satu, yakni Pemandian Air Panas Cipari, yang dinilai masih membutuhkan pembenahan dan pengembangan ulang agar lebih berkelanjutan.

Selain sektor pariwisata, penguatan ekonomi syariah juga menjadi perhatian melalui kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Tengah. Skema pembiayaan UMKM berbasis syariah turut didorong melalui konsep “Bank Infaq” dengan dukungan BAZNAS Kabupaten Cilacap sebagai lembaga penjamin.

Di sektor transportasi, Pemkab Cilacap berupaya menghidupkan kembali konektivitas udara melalui Bandara Tunggul Wulung. Pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan maskapai Citilink dan Pelita Air untuk membuka rute penerbangan menuju Cilacap.

Menurut Ammy, landasan pacu bandara tersebut sudah memenuhi syarat untuk pesawat jenis ATR berkapasitas sekitar 50 penumpang. Pemkab juga menargetkan pembukaan rute Halim–Cilacap seiring meningkatnya agenda besar daerah seperti event motocross internasional dan Cilacap Night Carnival.

Tidak hanya itu, pengembangan sektor maritim juga menjadi perhatian melalui rencana peningkatan Pelabuhan Tanjung Intan menjadi pelabuhan internasional noncurah. Posisi geografis Cilacap yang menghadap langsung ke Samudra Hindia dinilai strategis untuk memperkuat jalur perdagangan internasional di selatan Pulau Jawa.

“Cilacap sudah memiliki fasilitas Bea Cukai dan Imigrasi, sehingga sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi pelabuhan internasional,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa pemerintah provinsi tengah mendorong pengembangan pelabuhan di beberapa wilayah, termasuk Cilacap, Batang, dan Kendal. Namun, ia menekankan pentingnya pembenahan infrastruktur secara menyeluruh agar pengembangan kawasan industri dan logistik dapat berjalan optimal.

“Kita dorong agar dalam dua tahun kawasan industri dan kontainer bisa berkembang, tetapi infrastrukturnya harus dibenahi terlebih dahulu,” kata Luthfi.

Editor : EldeJoyosemito

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network