Serapan Beras Bulog Banyumas Capai 54.717 Ton, Dukung Stok Nasional

Elde Joyosemito
Realisasi pengadaan gabah dan beras petani hingga awal Juni 2026 telah mencapai 54.717 ton setara beras. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id — Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mencatat realisasi pengadaan gabah dan beras petani hingga awal Juni 2026 telah mencapai 54.717 ton setara beras. Jumlah tersebut setara sekitar 75,67 persen dari target pengadaan tahun ini yang ditetapkan sebesar 72.312 ton setara beras.

Capaian tersebut diraih di tengah menurunnya intensitas panen di wilayah Banyumas Raya seiring sebagian besar petani mulai memasuki musim tanam kedua.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengatakan realisasi penyerapan saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Meski masa panen raya telah berakhir, pihaknya tetap optimistis target pengadaan tahun 2026 dapat tercapai.

“Realisasi saat ini sudah mencapai 54.717 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target 72.312 ton. Sisanya akan kami optimalkan melalui penyerapan hasil panen musim tanam kedua yang diperkirakan berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus mendatang,” kata Prawoko.

Menurut dia, pada periode panen raya beberapa waktu lalu, Bulog Banyumas mampu menyerap gabah petani dalam jumlah cukup besar. Volume penyerapan harian saat itu berkisar antara 1.500 hingga 2.500 ton, dengan rata-rata mencapai sekitar 2.300 ton per hari.

Namun, setelah masa panen raya berakhir di wilayah Banyumas Raya yang mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, volume gabah yang masuk ke Bulog mulai menurun karena panen petani tidak lagi berlangsung secara bersamaan.

“Sekarang penyerapan masih berjalan, tetapi volumenya memang menurun. Saat ini rata-rata berkisar 400 sampai 500 ton per hari karena sebagian besar petani sudah memasuki musim tanam kedua,” ujarnya.

Prawoko menjelaskan perbedaan waktu tanam menjadi salah satu faktor yang menyebabkan panen berlangsung tidak serentak. Selain itu, sejumlah petani juga harus melakukan tanam ulang akibat gangguan pada tanaman sehingga jadwal panennya menjadi lebih lambat.

Editor : EldeJoyosemito

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network