Bekali Perempuan Berdaya, Agar UMKM yang Dikelolanya Naik Kelas

Elde Joyosemito
Sebanyak 150 perempuan pelaku usaha kuliner di Kabupaten Banyumas mengikuti pelatihan pengembangan kapasitas usaha. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Sebanyak 150 perempuan pelaku usaha kuliner di Kabupaten Banyumas mengikuti pelatihan pengembangan kapasitas usaha yang digelar PT PNM Cabang Purwokerto pada Selasa (4/8/2026).

Kegiatan bertajuk Perempuan Berdaya, Kuliner Berdaya tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta inovasi pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan semakin adaptif terhadap perkembangan pasar.

Pemimpin Cabang PNM Purwokerto, Rohmat Agus Pranoto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen PNM dalam mendampingi perempuan pelaku usaha agar semakin mandiri dan sejahtera.

"Keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan dari sisi finansial. Pengetahuan, keterampilan, dan inovasi menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas produk serta memanfaatkan peluang bisnis yang terus berkembang," kata Rohmat.

Ia menjelaskan, PNM saat ini telah membina sekitar 125 ribu nasabah yang tersebar di 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas. Hingga kini, PNM Purwokerto juga telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp973 miliar kepada pelaku usaha mikro.

Menurutnya, sebagian besar nasabah merupakan perempuan yang memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai pelaku usaha tetapi juga sebagai penopang ekonomi keluarga.

"Dari tangan para ibu lahir berbagai usaha yang mampu menopang perekonomian keluarga. Karena itu kami berkomitmen terus memberikan pendampingan agar mereka semakin tangguh dan usahanya berkembang," ujarnya.

Selain memperoleh akses pembiayaan, peserta juga dibekali materi mengenai digital marketing, strategi pemasaran, hingga pengembangan produk agar mampu memasarkan hasil usahanya secara lebih efektif dan efisien.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengapresiasi PNM yang tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga menghadirkan pelatihan bagi para pelaku UMKM.

"Yang dibutuhkan pelaku UMKM bukan hanya modal. Mereka juga perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar. PNM sudah melakukan itu dengan memberikan modal sekaligus pelatihan," kata Sadewo.

Ia menilai pelaku usaha saat ini harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.

"Kadang persoalan kita bukan pada produknya, tetapi bagaimana memasarkannya. Karena itu pelatihan seperti ini harus benar-benar menjawab kebutuhan pasar sehingga UMKM bisa berkembang," ujarnya.

Sadewo menyebut jumlah UMKM di Banyumas terus mengalami peningkatan. Pada 2024 tercatat sekitar 90 ribu unit usaha, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi sekitar 230 ribu unit UMKM. Mayoritas pelaku usaha tersebut adalah perempuan.

"Kontribusi perempuan sebagai motor penggerak UMKM sangat besar. Semangat berwirausaha terus tumbuh, terutama di kalangan keluarga prasejahtera. Di sinilah peran PNM menjadi sangat penting dalam mendorong lahirnya pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing," katanya.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan para pelaku usaha kuliner di Banyumas mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memanfaatkan teknologi digital sehingga usahanya dapat berkembang dan naik kelas.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network