Sementara produk kategori Wastra Nusantara yang diwakili Batik Pringmas mencatatkan penjualan Rp80,10 juta.
Selain dua kategori tersebut, produk UMKM Banyumas Raya dari sektor home decor, Cangkir Nusantara, dan Camilan Nusantara juga mendapat kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas melalui ajang nasional tersebut.
Tak hanya menghasilkan transaksi di dalam negeri, KKI 2026 juga membuka peluang pasar internasional bagi pelaku UMKM Banyumas Raya.
Dari hasil business matching, tercatat potensi transaksi ekspor sebesar 26.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp460 juta. Potensi tersebut berasal dari buyer dari Afrika dan Singapura.
Selain itu, buyer asal Amerika Serikat juga menunjukkan ketertarikan terhadap produk Abon Koki. Ketertarikan tersebut ditindaklanjuti dengan pengiriman sampel produk untuk membuka peluang kerja sama lebih lanjut.
"Capaian UMKM Banyumas Raya pada KKI 2026 menunjukkan bahwa produk unggulan daerah memiliki kualitas dan potensi pasar yang semakin luas," kata Aswin.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
