Dalam kunjungan tersebut, jajaran Bulog melihat langsung aktivitas pengolahan beras yang dilakukan mitra. Pemantauan meliputi kondisi bahan baku, proses produksi, hingga fasilitas dan mesin pengolahan yang digunakan.
Bulog juga berdialog dengan pengelola dan pekerja untuk memperoleh gambaran mengenai proses produksi serta kendala yang dihadapi di lapangan.
Monitoring dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap kinerja mitra dalam mendukung pelaksanaan tugas Bulog, terutama dalam pengolahan dan penyediaan beras.
Melalui kegiatan tersebut, Bulog berharap kerja sama dengan para mitra pengolahan dapat terus berjalan secara optimal. Sinergi antara Bulog dan mitra dinilai penting untuk menjaga kualitas beras sekaligus mendukung ketersediaan dan pengelolaan stok pangan di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Penyaluran bantuan pangan selanjutnya dilakukan secara bertahap di wilayah kerja Bulog Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Bulog berharap distribusi dapat berjalan lancar sehingga bantuan diterima masyarakat sesuai jumlah dan periode yang telah ditetapkan. Program tersebut juga diharapkan membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan pangan yang terus menjadi perhatian.
Prawoko mengingatkan masyarakat agar bantuan pangan yang diterima digunakan sesuai peruntukannya dan tidak diperjualbelikan.
"Bantuan pangan diberikan Presiden kepada masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya. Karena itu, bantuan tersebut tidak untuk diperjualbelikan kembali," tegasnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
