Sebelumnya, kecelakaan juga terjadi pada KMP Putri Yasmin yang terbakar pada 12 Agustus 2026. Kapal tersebut melayani rute Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.
KMP Putri Yasmin berangkat dari Padangbai sekitar pukul 02.00 WITA. Sekitar pukul 03.45 WITA, masinis jaga melihat asap muncul dari area car deck dan kemudian melaporkannya kepada mualim jaga. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada nakhoda.
Selain itu, KLM Nurulsalsa 01 juga mengalami kecelakaan hingga tenggelam. Kapal penumpang tradisional tersebut melayani rute Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
KLM Nurulsalsa 01 berangkat dari Jampea menuju Benteng Selayar pada 15 Juli 2026 sekitar pukul 06.00 WITA.
Sekitar pukul 11.25 WITA, Unit Penyelenggara Pelabuhan Jampea menerima laporan bahwa kapal mengalami mati mesin dan terombang-ambing sekitar empat mil laut di sebelah selatan Pulau Polassi.
Sementara itu, insiden lain terjadi pada KM Prince Soya saat kapal sedang bersandar di pelabuhan umum Samarinda. Kapal milik PT Bunga Teratai tersebut membawa 37 orang kru dan seluruhnya dilaporkan selamat.
Pergantian Dirjen Hubla ini berlangsung ketika penanganan dan evaluasi terhadap keselamatan transportasi laut menjadi perhatian menyusul sejumlah insiden kapal yang terjadi sepanjang 2026.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
