Menurut Jebul, kampus bukan sekadar tempat mahasiswa menuntut ilmu dan mengejar gelar. Selama bertahun-tahun, mahasiswa membangun hubungan dengan dosen, tenaga kependidikan, serta teman-teman seperjuangan.
“Setiap mahasiswa memiliki cerita dan meninggalkan jejak di kampus ini. Ada persahabatan, perjuangan, cita-cita, dan kenangan yang dibangun bersama. Karena itu, ketika salah satu keluarga kita berpulang, dukanya juga menjadi duka keluarga besar UMP,” katanya.
Kepergian Kevin membuat toga yang semula menjadi simbol perayaan kelulusan memiliki makna lain. Ia menjadi pengingat tentang sebuah perjalanan yang telah selesai, sekaligus tentang seseorang yang pernah hadir, belajar, berjuang, dan meninggalkan kenangan di lingkungan kampus.
Bagi keluarga, gelar Sarjana Pendidikan yang telah diraih Kevin tentu menjadi bagian dari kebanggaan. Sementara bagi keluarga besar UMP, nama Kevin akan tetap menjadi bagian dari cerita perjalanan kampus.
Wisuda mungkin akan berlangsung tanpa kehadirannya. Namun, toga dan gelar yang telah diperjuangkannya menjadi penanda bahwa Kevin telah menuntaskan satu bagian penting dalam hidupnya.
Ia pergi sebelum sempat merayakan kelulusan, tetapi jejak perjuangannya telah lebih dahulu tertinggal.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
