Dari sisi kepemilikan rekening, data hingga semester I 2026 mencatat sebanyak 18.850 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dengan nilai simpanan sekitar Rp11,27 miliar. Sementara itu, rekening reguler yang dibuka selama Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 1.409 rekening dengan nominal sekitar Rp1,821 miliar.
Adapun tabungan umum mencapai 140.066 rekening dengan nilai sekitar Rp677,2 miliar. Pada sektor pembiayaan, kredit UMKM tercatat menjangkau 52.170 debitur dengan nilai sekitar Rp1,1 triliun.
Hendro berharap pelaksanaan BIK 2026 dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan, terutama bagi pelajar yang perlu membangun kebiasaan menabung sejak dini serta pelaku UMKM yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari mengatakan Bulan Inklusi Keuangan merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan literasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.
Program tersebut sejalan dengan target indeks inklusi keuangan Indonesia sebesar 98% pada 2045 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan Indonesia tercatat sebesar 69,57%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%. Angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan akses keuangan sebesar 4,39 poin persentase dari target inklusi keuangan 98% pada 2045.
“Bulan Inklusi Keuangan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan sekaligus mendorong pemanfaatannya secara lebih luas,” demikian pesan utama program yang disampaikan OJK dalam kegiatan tersebut.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
