Untuk mempercepat pencapaian target, OJK bersama kementerian dan lembaga terkait serta pelaku usaha jasa keuangan menginisiasi pelaksanaan BIK setiap Oktober. Pada 2026, kegiatan tersebut mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”.
Rangkaian BIK dirancang secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai sektor industri jasa keuangan, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan nonbank. Kegiatan juga melibatkan asosiasi, perusahaan perdagangan elektronik, serta satuan kerja OJK di pusat dan daerah.
Di wilayah kerja OJK Purwokerto, rangkaian program BIK 2026 mencakup kegiatan pembukaan BIK, edukasi literasi dan inklusi keuangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta edukasi kepada anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Puncak kegiatan akan diselenggarakan melalui Financial Expo (FinExpo).
Kick Off BIK 2026 di wilayah eks Karesidenan Banyumas dilaksanakan secara serentak dengan pola hybrid melalui 15 kegiatan literasi dan inklusi keuangan. Kecamatan Pandanarum menjadi salah satu lokasi pelaksanaannya.
Secara keseluruhan, kegiatan Kick Off BIK 2026 diikuti 840 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, pelaku UMKM, serta ibu rumah tangga dan kelompok perempuan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, OJK berharap masyarakat semakin mampu mengenali produk dan layanan keuangan yang legal, sesuai kebutuhan, serta memahami risiko penggunaannya. Peningkatan literasi juga diharapkan membuat masyarakat lebih waspada terhadap penipuan dan berbagai bentuk kejahatan keuangan.
Di sisi lain, perluasan akses pembiayaan diharapkan membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di wilayah eks Karesidenan Banyumas.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
