SEMARANG, iNewsPurwokerto.id – Tim sepak bola Kabupaten Banyumas menunjukkan mental pantang menyerah saat menghadapi Pemalang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Sempat tertinggal 0-1 hingga menit ke-65, Banyumas bangkit dan membalikkan keadaan hingga menang dengan skor 3-1.
Pertandingan berlangsung di Lapangan Terang Bangsa, kompleks Grand Marina, Tawangsari, Semarang Barat, Kamis (22/10). Kemenangan dramatis tersebut menjadi modal penting bagi Banyumas untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Ketua Askab PSSI Banyumas, Trisno Sudarso, mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu bangkit di tengah tekanan. Menurut dia, mentalitas pemain yang tetap terjaga menjadi salah satu kunci keberhasilan membalikkan keadaan.
“Alhamdulillah, berkat doa dari semua masyarakat Banyumas, anak-anak bisa membalikkan keadaan. Saat tertinggal 0-1 pada menit ke-65, mental pemain tidak drop. Mereka justru mampu bangkit hingga menang 3-1,” kata Trisno seusai pertandingan.
Ia menilai dukungan masyarakat, termasuk orang tua pemain yang hadir langsung di lapangan, turut memberikan suntikan motivasi bagi tim. Karena itu, ia berharap dukungan tersebut terus mengalir selama Banyumas berjuang di Porprov Jawa Tengah 2026.
“Saya juga mengapresiasi teman-teman dan orang tua pemain yang hadir langsung memberikan dukungan. Itu bisa melipatgandakan motivasi pemain,” ujarnya.
Meski berhasil meraih kemenangan, Trisno meminta para pemain tidak cepat berpuas diri. Askab PSSI Banyumas memilih menjalani kompetisi secara bertahap dengan fokus memaksimalkan hasil di setiap pertandingan.
Setelah mengalahkan Pemalang, Banyumas dijadwalkan menghadapi Karanganyar dan Kendal. Kedua laga tersebut menjadi tantangan berikutnya untuk menjaga peluang melaju ke fase selanjutnya.
“Target kami tentu meraih hasil terbaik. Kami berproses tahap demi tahap. Mohon doa dan dukungan masyarakat Banyumas agar perjuangan anak-anak bisa berjalan lancar,” kata Trisno.
Evaluasi Pertandingan
Di sisi lain, pelatih kepala Banyumas, Is Priyanto, bersyukur timnya mampu mengamankan kemenangan. Namun, ia mengakui masih ada sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi, terutama dalam penyelesaian akhir dan kesalahan mendasar selama pertandingan.
Menurut Is, anak asuhnya sebenarnya memiliki sejumlah peluang pada awal laga. Akan tetapi, peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol sehingga tim justru berada dalam tekanan setelah Pemalang mencetak gol lebih dahulu.
“Alhamdulillah, kami diberi kemenangan. Anak-anak sudah berjuang maksimal. Namun, dalam perjalanan pertandingan tadi, kami memiliki banyak peluang yang belum bisa menjadi gol. Akhirnya, kami berada di bawah tekanan setelah kebobolan,” ujar Is.
Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat membuat permainan Banyumas lebih efektif pada pertandingan berikutnya. Para pemain diminta mengurangi kesalahan mendasar sekaligus meningkatkan ketajaman di depan gawang lawan.
“Harapannya, besok anak-anak bisa tampil lebih baik. Kami ingin mendapatkan tiga poin lagi supaya peluang lolos dari grup semakin terbuka,” katanya.
Is menegaskan, timnya tetap membidik medali emas Porprov Jawa Tengah 2026. Untuk mewujudkan target tersebut, Banyumas harus menjaga konsistensi permainan dan memanfaatkan peluang sekecil apa pun.
Rotasi Pemain
Selain persoalan teknis, padatnya jadwal pertandingan juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim Banyumas. Pelatih harus mengatur rotasi pemain agar kondisi fisik tetap terjaga sepanjang kompetisi.
Is mengatakan, Banyumas membawa 23 pemain. Dengan jadwal pertandingan yang berlangsung beruntun, tim perlu memaksimalkan seluruh pemain dan tidak terus bergantung pada susunan pemain yang sama.
“Kami harus memaksimalkan semua pemain karena jumlahnya hanya 23. Kalau bermain tiga hari berturut-turut, tentu tidak mungkin pemain yang sama terus dimainkan. Kami harus melihat siapa yang paling siap dan melakukan rotasi,” jelasnya.
Pemulihan kondisi fisik menjadi salah satu prioritas setelah pertandingan melawan Pemalang. Istirahat yang cukup diperlukan agar para pemain kembali bugar sebelum menghadapi laga selanjutnya.
Is juga mengingatkan bahwa persaingan sepak bola Porprov 2026 berlangsung ketat. Banyumas harus bekerja lebih keras, baik dalam menjaga kebugaran maupun menyiapkan strategi, untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya.
Kemenangan 3-1 atas Pemalang menjadi suntikan kepercayaan diri bagi tim Banyumas. Namun, perjalanan menuju target medali emas masih panjang. Konsistensi permainan, efektivitas penyelesaian akhir, dan kemampuan menjaga kebugaran akan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah Banyumas pada pertandingan selanjutnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
