Situasi itu menuntut atlet mampu menjaga kondisi fisik dan mengatur stamina agar tetap tampil optimal sepanjang pertandingan.
“Penjadwalan pertandingan cukup mengerucut. Banyak nomor yang berlangsung bersamaan. Ada atlet yang harus bertanding di nomor A, kemudian langsung bermain di nomor B. Karena itu, stamina mereka benar-benar harus diperhitungkan,” ujarnya.
Dalam Porprov XVII Jateng 2026, kontingen kempo Banyumas diperkuat 27 atlet. Mereka mengikuti berbagai nomor pertandingan, termasuk kategori embu, yakni rangkaian gerakan teknik yang diperagakan secara individu, berpasangan, maupun beregu.
Sejumlah nomor yang diikuti antara lain embu beregu campuran, embu beregu putra, embu pasangan putra, embu pasangan campuran, embu pasangan putri, serta embu pasangan yudansha.
Kurniawan menjelaskan, beberapa atlet turun di lebih dari satu nomor pertandingan. Oleh karena itu, jumlah atlet peraih medali tidak bisa disamakan secara langsung dengan jumlah nomor yang diikuti.
Berdasarkan perkiraan sementara, sekitar 24 hingga 25 atlet berhasil menyumbangkan medali. Namun, jumlah pasti atlet peraih medali masih perlu dipastikan melalui rekapitulasi akhir hasil pertandingan.
Perolehan enam medali perak dan lima medali perunggu menjadi modal sekaligus bahan evaluasi bagi pembinaan kempo Banyumas. Tim pelatih akan mencermati berbagai kekurangan yang muncul selama pertandingan, baik dari sisi teknik maupun kesiapan fisik atlet.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
