SEMARANG, iNewsPurwokerto.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banyumas memastikan akan mengawal pemberian bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Hal itu dilakukan untuk memastikan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi dapat direalisasikan.
Ketua Umum KONI Banyumas Arie Suprapto mengatakan, pemerintah daerah telah memiliki skema pemberian bonus berdasarkan jenis medali yang diperoleh atlet. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono juga telah menyatakan komitmennya untuk memenuhi pemberian penghargaan tersebut.
Menurut Arie, para atlet tidak perlu khawatir mengenai bonus karena pemberian penghargaan bagi peraih medali sudah menjadi bagian dari komitmen pemerintah Kabupaten Banyumas.
"Kami meyakini, apalagi tadi Pak Bupati hadir secara langsung. Insyaallah kaitan bonus teman-teman atlet yang berprestasi tidak usah khawatir. Kami akan kawal," kata Arie setelah penutupan Porprov Jateng 2026, Sabtu (31/10/2026).
Ia mengungkapkan, Banyumas berhasil menempati peringkat kelima klasemen akhir Porprov Jateng 2026. Posisi tersebut sesuai dengan target peringkat yang ditetapkan, meskipun target jumlah medali emas belum sepenuhnya tercapai.
Berdasarkan hasil akhir, kontingen Banyumas mengumpulkan 35 medali emas, 56 perak, dan 65 perunggu. Capaian tersebut sekaligus memperbaiki posisi Banyumas dibandingkan Porprov 2023 di Pati Raya yang berada di peringkat kedelapan dengan 29 medali emas.
Arie menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, ofisial, pengurus KONI, serta masyarakat Banyumas yang telah memberikan dukungan selama kompetisi berlangsung.
"Ya, kita harus bersyukur Banyumas bisa masuk ke lima besar sesuai target. Walaupun target medali belum bisa tercapai, tetapi secara peringkat alhamdulillah tercapai. Saya berterima kasih kepada para atlet, ofisial, teman-teman pengurus KONI, dan masyarakat Banyumas yang telah memberikan dukungan," ujarnya.
Meski berhasil masuk lima besar, Arie mengakui perjalanan kontingen Banyumas tidak mudah. Salah satu tantangan yang dirasakan atlet adalah menghadapi tuan rumah pertandingan. Faktor mental dinilai masih memengaruhi penampilan sejumlah atlet ketika bertanding dalam partai penting.
Ia mencontohkan pertandingan final yang mempertemukan atlet Banyumas dengan tuan rumah. Padahal, dalam babak kualifikasi sebelumnya, atlet Banyumas pernah mengalahkan lawan yang sama. Namun, pada pertandingan final, hasil yang diperoleh justru medali perak, meskipun target yang ditetapkan adalah emas.
"Faktor mental ternyata masih memengaruhi teman-teman atlet kita. Ada beberapa cabang olahraga yang sebenarnya punya kemampuan, tetapi ketika menghadapi tuan rumah, mental bertandingnya masih menjadi tantangan," jelasnya.
Arie juga menyoroti pentingnya kekompakan dan soliditas dalam sebuah tim. Menurutnya, cabang olahraga yang memiliki suasana internal kondusif dan hubungan antaratlet yang baik cenderung mampu menunjukkan performa lebih optimal.
Dari sisi pencapaian, sejumlah cabang olahraga Banyumas mampu melampaui target medali. Taekwondo, misalnya, yang semula ditargetkan meraih dua emas justru berhasil mengoleksi lima emas sekaligus menjadi juara umum cabang olahraga tersebut.
Hasil positif juga ditunjukkan panjat tebing, renang, dan menembak. Ketiga cabang olahraga itu berhasil melampaui target awal perolehan medali. Sementara atletik juga mampu memenuhi target yang ditetapkan.
Sebaliknya, sejumlah cabang olahraga yang belum mencapai target akan menjadi bahan evaluasi KONI bersama pengurus cabang olahraga. Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui kendala pembinaan sekaligus memperbaiki persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
Arie mengatakan, evaluasi tidak hanya menyangkut hasil pertandingan, tetapi juga kesiapan atlet secara menyeluruh, mulai dari kemampuan teknis, fisik, hingga mental bertanding.
Ia membuka kemungkinan pemberian penghargaan maupun langkah pembinaan yang lebih tegas terhadap cabang olahraga berdasarkan hasil evaluasi. Penghargaan tidak selalu harus berupa uang, tetapi juga dapat diwujudkan melalui perhatian lebih terhadap program pembinaan.
"Reward tidak harus dalam bentuk uang. Bisa juga dengan memperhatikan pembinaannya. Punishment juga harus ada, karena mereka harus bisa mengevaluasi diri. Ternyata untuk bertanding di level seperti ini cukup kompleks dan harus benar-benar dipersiapkan," katanya.
Arie berharap hasil Porprov 2026 menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh atlet dan pengurus cabang olahraga. Atlet yang sudah meraih prestasi diminta tidak cepat berpuas diri, sedangkan mereka yang belum berhasil diharapkan tetap bersemangat meningkatkan kemampuan.
"Bagi yang sudah mendapatkan prestasi luar biasa, kami ucapkan selamat. Jangan jemawa dan tetap mengasah mental, fisik, serta kemampuan teknis. Jangan berpuas diri. Bagi yang belum berhasil, anggaplah ini kesuksesan yang tertunda. Tetap semangat agar Banyumas lebih berprestasi ke depannya," pungkasnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
