Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Festival Gunung Slamet 2026 Jadi Ajang Promosi Desa Wisata dan UMKM Purbalingga
Advertisement . Scroll to see content

Muncul Awan Berbahaya di Timur Gunung Slamet Pagi Ini, Pertanda Apa?

Selasa, 27 Desember 2022 | 07:13 WIB
  • author Elde Joyosemito
Muncul Awan Berbahaya di Timur Gunung Slamet Pagi Ini, Pertanda Apa?
Ada fenomena langit menarik pada Selasa (27/12/2022) pagi. Awan yang berbentuk UFO muncul di sebelah timur Gunung Slamet yang juga bertudung awan tipis. (Foto: iNewsPurwokerto/Elde Joyosemito)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Ada fenomena langit menarik pada Selasa (27/12/2022) pagi. Awan yang berbentuk UFO muncul di sebelah timur Gunung Slamet yang juga bertudung awan tipis. Awan itu dinamai lencticularis. Awan yang berbahaya bagi penerbangan.

Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan yang dikirimi foto itu membenarkan bahwa fenomena tersebut merupakan awan lencicularis. 

“Awan ini berbahaya bagi penerbangan. Sebab, pesawat bisa mengalami turbulensi ketika masuk awan tersebut,”jelas Rendi yang dihubungi iNewsPUrwokerto.

Menurutnya, saat meihat awan tersebut, biasanya masyarakat menyebutnya sebagai awan topi atau awan tudung. 

“Kemunculan awal lenticularis tergolong langka karena mekanisme pembentukannya yang unik. Hal ini karena memang bentuk awan Lentikularis atau awan topi ini yang unik dan juga ketinggian terbentuknya dapat berada pada level awan rendah, awan menengah dan awan tinggi,”jelasnya.

Dijelaskan oleh Rendi, awan lenticularis dibedakan menjadi Stratocumulus standing Lenticular (SCSL), merupakan awan Lenticularis yang terbentuk pada ketinggian kurang dari 2.000 meter. 


Awan lenticularis. (Foto: iNewsPurwokerto/Elde Joyosemito)
 
Kemudian Altocumulus standing Lenticular (ACSL), jika  awan Lenticularis tersebut terbentuk pada ketinggiannya antara 2.000 - 7.000 meter. Serta Cirrocumulus standing Lenticular (CCSL), adalah awan Lenticularis yang berada pada ketinggian di atas 7.000 meter.

“Yang ada di sebelah Gunung Slamet tersebut merupakan lenticularis jenis Altocumulus, karena berada di ketinggian antara 2.000 hingga 7.000 meter di atas permukaan laut (mdpl),”jelasnya. 

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut