El Nino Diprediksi Muncul Pertengahan 2026, Hujan Lebat Masih Mengancam Jateng
SEMARANG, iNewsPurwokerto.id — Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memperkirakan adanya pergeseran fenomena iklim global pada pertengahan tahun 2026.
Kondisi ENSO yang saat ini berada pada fase netral diproyeksikan berkembang menjadi El Nino dalam periode Mei hingga Juli 2026.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan hasil pemantauan Dasarian II April 2026 menunjukkan anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 berada di angka +0,57 atau masih tergolong netral. Sementara itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat +0,012 dan masih dalam fase netral, namun diperkirakan bergerak ke arah positif mulai Juni 2026.
“ENSO masih netral, tetapi ada kecenderungan menguat menuju El Nino pada periode Mei hingga Juli. Untuk IOD juga diproyeksikan menjadi positif mulai Juni,” jelas Hartanto dalam keterangan tertulisnya.
Meski ada potensi perubahan iklim global, kondisi cuaca di Jawa Tengah pada awal Mei masih dipengaruhi tingginya potensi hujan. Berdasarkan prakiraan 10 harian, hujan dengan intensitas lebat berpeluang terjadi pada 1–3 Mei 2026 di sejumlah wilayah, mulai dari Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, hingga kawasan pantai utara seperti Pati, Kudus, dan Jepara.
Potensi hujan lebat diperkirakan masih berlangsung pada 4–6 Mei 2026, khususnya di wilayah dataran tinggi dan pegunungan seperti Banjarnegara, Wonosobo, serta sebagian Banyumas dan sekitarnya. Namun, memasuki periode 7–10 Mei 2026, potensi hujan lebat diprediksi mulai menurun.
Selain curah hujan tinggi, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi dan banjir rob di wilayah pesisir. Gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Tengah, meliputi Cilacap, Kebumen, dan Purworejo pada 1–3 Mei 2026, serta di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga 6 Mei 2026.
Editor : EldeJoyosemito