Festival Gunung Slamet 2026 Jadi Ajang Promosi Desa Wisata dan UMKM Purbalingga
PURBALINGGA, iNewsPurwokerto.id – Festival Gunung Slamet (FGS) ke-9 resmi dibuka di kawasan wisata D'Las, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jumat (3/7/2026).
Festival yang berlangsung hingga 5 Juli itu menjadi ajang promosi potensi wisata, seni budaya, serta produk unggulan desa-desa wisata di Kabupaten Purbalingga.
Hari pertama penyelenggaraan festival diisi dengan Gelar Seni Budaya Desa Wisata yang menampilkan berbagai kesenian tradisional dari Desa Wisata Serang, Karangcengis, Selakambang, Gunung Wuled, dan Tanalum. Pertunjukan tersebut menjadi daya tarik bagi pengunjung sekaligus memperkenalkan keragaman budaya yang dimiliki desa-desa wisata di Purbalingga.
Selain menikmati pertunjukan seni, pengunjung juga dapat mengunjungi stan yang diisi oleh 13 desa wisata. Beragam potensi daerah dipamerkan, mulai dari paket wisata, produk kerajinan, kuliner khas, hingga hasil pertanian dan perkebunan. Sejumlah petani kopi lokal juga turut memperkenalkan kopi khas Purbalingga sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung adalah milik Desa Wisata Panusupan, Kecamatan Rembang. Desa tersebut memamerkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti cimplung, gula aren, gula kelapa, madu hutan, hingga virgin coconut oil (VCO).
Tak hanya itu, Panusupan juga memperkenalkan berbagai destinasi wisata yang dimilikinya, mulai dari wisata alam, religi, sejarah, hingga budaya. Beberapa destinasi unggulan yang dipromosikan antara lain Susur Sungai Kaliarus, Curug Kalikarang, Curug Pesantren, serta wisata jelajah hutan.
Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Panusupan, Leni, mengatakan madu yang dipasarkan berasal dari lebah liar yang mengisap nektar bunga alami, termasuk bunga kaliandra.
Editor: EldeJoyosemito