BPJS Kesehatan Purwokerto Ingatkan Status Kepesertaan JKN Senantiasa Aktif
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Kepala BPJS Kesehatan Purwokerto, Niken Sawitiri, menegaskan pentingnya menjaga status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif.
Dia mengimbau masyarakat untuk rutin membayar iuran tepat waktu serta memantau keaktifan kepesertaan melalui kanal digital yang telah disediakan.
“Memastikan kepesertaan JKN selalu aktif dengan rutin membayar iuran JKN tepat waktu dan memantau status keaktifannya melalui WhatsApp PANDAWA atau Aplikasi Mobile JKN merupakan langkah krusial yang harus diperhatikan,” ujar Niken di Purwokerto, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, cukup dengan bermodal status kepesertaan aktif dan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), peserta JKN dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas tanpa kendala di fasilitas kesehatan manapun.
BPJS Kesehatan terus berinovasi dengan menghadirkan layanan tanpa tatap muka. Peserta kini dapat mengecek status keaktifan kepesertaan melalui WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165 atau menggunakan Aplikasi Mobile JKN.
“Aplikasi Mobile JKN sangat memudahkan peserta. Kanal layanan tanpa tatap muka ini mempermudah akses administrasi, informasi, hingga penanganan pengaduan. Peserta juga bisa memanfaatkan fitur-fitur lain seperti Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB), perubahan data, antrean pelayanan, info iuran, dan banyak lagi,” jelas Niken.
Ia berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga keaktifan kepesertaan JKN. Dengan status aktif, peserta tidak hanya terlindungi dari risiko biaya kesehatan, tetapi juga mendapat jaminan pelayanan tanpa diskriminasi.
“Jangan sampai baru sadar ketika butuh layanan kesehatan. Pastikan status kepesertaan JKN selalu aktif agar perlindungan kesehatan tetap terjamin setiap saat,” tegasnya.
Kemudahan layanan digital turut dirasakan Novika Rahayu (33), seorang ibu rumah tangga dari Kecamatan Sumbang, Banyumas. Ia mengaku terbantu karena rutin memantau status kepesertaannya melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Bulan Juli lalu kepesertaan JKN keluarga saya tiba-tiba non-aktif. Untungnya cepat ketahuan karena saya rutin cek lewat aplikasi,” kata Novika.
Novika dan keluarganya sebelumnya masuk segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Setelah mendapati status non-aktif, ia segera beralih menjadi peserta mandiri agar tetap mendapat perlindungan kesehatan.
“Kesehatan itu penting, jadi Program JKN ada buat antisipasi. Setelah tahu non-aktif, saya langsung datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengaktifkan kembali,” ujarnya.
Sejak 2019 menjadi peserta JKN, Novika mengaku banyak merasakan manfaat. Pada 2023, ia menjalani operasi caesar yang seluruh biayanya ditanggung JKN.
“Kalau harus bayar sendiri tentu kami tidak siap. Layanannya bagus, saya tidak merasa dikucilkan, semua ramah dan tanpa biaya tambahan,” kenangnya.
Selain itu, Program JKN juga menanggung biaya operasi katarak orang tuanya pada 2024. Menurut Novika, pengalaman tersebut semakin meyakinkan dirinya bahwa JKN sangat penting untuk menjamin kesehatan keluarga.
Editor : EldeJoyosemito