get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkab Banyumas Gelar Rapat PPTPKH, Dorong Kepastian Hukum dan Kesejahteraan Warga Sekitar Hutan

Sosiolog UI: Perhutani Diminta Serius Kelola Hutan Sekitar DAS Serayu Demi Keselamatan Bersama

Kamis, 28 Agustus 2025 | 19:13 WIB
header img
Sosiolog Universitas Indonesia, Imam Prasodjo saat kegiatan reforestasi di DAS Serayu di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Rabu (27/8). Foto: GH Cahyono

BANJARNEGARA, iNewsPurwokerto.idPerhutani diminta lebih serius dalam menjaga kawasan hutan di wilayah kritis sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu. Hal ini disampaikan sosiolog Universitas Indonesia, Imam Prasodjo saat kegiatan reforestasi di DAS Serayu di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Rabu (27/8) kemarin.

Menurut Imam, kerusakan hutan menjadi salah satu faktor utama meningkatnya sedimentasi di Waduk Mrica yang kini kondisinya semakin memprihatinkan.

"Hutan ada yang lindung, ada yang konservasi, ada juga yang produksi. Tapi untuk wilayah-wilayah kritis seperti di sini, Perhutani harus bekerja lebih dari biasanya. Kalau hutan rusak, waduk akan menanggung beban sedimen yang semakin berat," ujar Imam.

Ia menegaskan, Waduk Mrica bukan hanya sekadar bendungan pembangkit listrik, tetapi juga penopang keselamatan masyarakat luas. Waduk ini menjadi salah satu pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang menghasilkan energi terbarukan, sekaligus berfungsi sebagai pengendali banjir.

"Kalau waduk ini jebol akibat sedimentasi dan kerusakan hutan, dampaknya bisa mengancam ratusan ribu jiwa. Ini bukan hanya soal energi listrik, tapi juga keselamatan masyarakat," tegasnya.

Imam mengingatkan, kerusakan Waduk Mrica tidak hanya menjadi masalah lokal, tetapi menyangkut ketahanan energi nasional. Saat ini mayoritas energi Indonesia masih mengandalkan sumber tak terbarukan seperti minyak dan batu bara. Kehilangan Waduk Mrica berarti kehilangan salah satu sumber energi ramah lingkungan.

Ia juga menekankan pentingnya penyelamatan DAS Serayu yang meliputi lima kabupaten yaitu Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap. "Serayu adalah urat nadi kehidupan lima kabupaten. Kalau waduk jebol, dampaknya bisa dirasakan luas, bahkan sampai Banyumas dan Cilacap," katanya.

Lebih lanjut, Imam menilai upaya penyelamatan Waduk Mrica tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Menurutnya, masyarakat, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan harus ikut terlibat aktif.

"Jangan hanya mengharapkan otoritas formal. Kita punya otoritas sosial dan informal. Semua pihak harus bergerak. Posko penyelamatan akan percuma jika warga tidak ikut terlibat," tegasnya.

Imam pun mendorong pemerintah pusat untuk lebih serius menyalurkan anggaran penyelamatan waduk, mengingat keberadaannya sangat strategis bagi energi nasional dan keselamatan masyarakat. 

Sebelumnya, pegiat lingkungan dari Serayu Network, Maman Fansha, menyebut kondisi ini sudah dalam taraf memprihatinkan. Ia menegaskan, perambahan hutan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

"Ketika hujan deras, air tidak lagi terserap oleh tanah secara maksimal. Air mengalir deras ke bawah, membawa lumpur, menyebabkan banjir, merusak jalan, dan bahkan mengancam permukiman," ujarnya, Rabu (31/7).

Berdasarkan pantauan bersama para relawan, kerusakan paling parah ditemukan di beberapa desa. Di Desa Balun, luas hutan yang berubah menjadi lahan pertanian mencapai 212 hektare. Disusul Desa Wanaraja (197 ha), Desa Jatilawang (143 ha), Desa Tempuran (129 ha), dan Desa Wanayasa (8,8 ha).

Lebih lanjut, ia menyebutkan sebagian besar kawasan hutan yang dirambah merupakan lahan milik negara yang dikelola oleh Perhutani. Sayangnya, hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak pengelola.

"Kami menemukan fakta bahwa hutan-hutan itu dialihfungsikan dan tidak dijaga dengan baik. Mestinya ada tindakan tegas karena ini menyangkut keberlanjutan lingkungan," tegasnya.

Editor : Arbi Anugrah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut