Unsoed Terjunkan Ribuan Mahasiswa KKN ke 70 Desa
“Prioritas program kerja KKN diselaraskan dengan program prioritas desa dan kebijakan pemerintah, sehingga kontribusi mahasiswa dapat berdampak secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan,” kata Ridlwan.
Ketua LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., menegaskan bahwa KKN merupakan program strategis dalam menjembatani hasil pendidikan dan penelitian perguruan tinggi agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“KKN adalah wujud nyata pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk mampu mengidentifikasi permasalahan dan potensi desa secara partisipatif, menyusun program pemberdayaan yang kontekstual dan berkelanjutan, mengintegrasikan lintas disiplin ilmu, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat desa.
Sementara itu, Rektor Unsoed melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum., menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen transformasi sosial di tengah perubahan global.
“Kampus berdampak menegaskan bahwa universitas harus memberikan pengaruh nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Rektor juga berpesan agar mahasiswa melaksanakan KKN dengan menjunjung kerendahan hati, empati, serta etika akademik, dan menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam belajar dan bekerja bersama.
“Setiap kontribusi kecil yang dilakukan di desa merupakan bagian dari upaya besar menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Editor : EldeJoyosemito