Piala Afrika 2025: Final Panas dan Sarat Drama, Senegal Bikin Sejarah dengan Kunci Gelar
Drama berlanjut di masa injury time. Melalui tinjauan VAR, Maroko mendapatkan hadiah penalti akibat pelanggaran El Hadji Malick Diouf terhadap Brahim Díaz. Keputusan ini memicu protes keras dari para pemain Senegal hingga laga sempat tertunda sekitar 15 menit. Namun peluang emas tersebut gagal dimanfaatkan Díaz setelah eksekusi penaltinya berhasil digagalkan kiper Senegal Édouard Mendy.
Kebuntuan akhirnya pecah di babak tambahan waktu. Senegal melancarkan serangan balik cepat yang dituntaskan Pape Gueye dengan sempurna. Gelandang tersebut melewati penjagaan Achraf Hakimi sebelum melepaskan tembakan kaki kiri keras ke sudut atas gawang yang tak mampu dijangkau Bounou.
Maroko berupaya keras menyamakan kedudukan. Sundulan Nayef Aguerd sempat membentur mistar gawang, sementara di sisi lain Bounou kembali melakukan penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang Cherif Ndiaye. Namun hingga laga usai, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan Senegal.
Kemenangan ini menjadikan Senegal sebagai tim pertama sejak 1982 yang mampu mengalahkan tuan rumah di final Piala Afrika. Gelar tersebut melengkapi kesuksesan mereka setelah menjuarai edisi 2021 dan semakin menegaskan status Lions of Teranga sebagai kekuatan dominan di benua Afrika.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Maroko. Meski tampil konsisten dan impresif sepanjang turnamen, Singa Atlas kembali harus menunda ambisi meraih trofi Piala Afrika pertama dalam setengah abad terakhir, kali ini di hadapan pendukung sendiri.
Editor : EldeJoyosemito