Peroleh Bantuan Pemerintah Jerman dan Kementerian Pertanian, Banyumas Kembangkan Kelapa Genjah
Sadewo menilai program ini dirancang untuk menjawab persoalan tersebut melalui pelatihan, penguatan kelembagaan petani, serta kemitraan dengan perguruan tinggi dan dunia usaha. Langkah itu diharapkan mendorong transformasi pertanian yang lebih produktif, aman, dan bernilai tambah.
“Ini bukan sekadar program budidaya, tetapi juga investasi sosial dan ekonomi bagi masyarakat Banyumas,” tegasnya.
Managing Director PT IMC Mario Ngensowidjaja menuturkan, keterlibatan pihaknya berangkat dari kondisi penderes yang kian memprihatinkan, terutama dari sisi usia dan tingkat risiko pekerjaan.
“Survei kami pada 2012 menunjukkan rata-rata usia penderes saat itu 45 hingga 55 tahun. Sekarang banyak yang sudah berusia di atas 60 tahun. Dalam 10 tahun ke depan jumlah penderes yang masih mampu memanjat pohon kelapa tentu akan semakin berkurang,” ujarnya.
Program yang berlangsung selama 2025–2028 ini mencakup dukungan manajemen proyek, identifikasi serta distribusi varietas kelapa genjah yang sesuai dengan kondisi lokal, pelatihan petani, hingga fasilitasi sertifikasi organik untuk menembus pasar global, khususnya Jerman dan Eropa. Sejumlah perguruan tinggi lokal juga dilibatkan dalam pendampingan serta penguatan tata kelola program.
Editor : EldeJoyosemito