OJK Purwokerto Sebut Sektor Jasa Keuangan Banyumas Raya Tumbuh Stabil
“Kenaikan jumlah investor saham dan reksadana menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berinvestasi di pasar modal,” kata Haramain.
Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di wilayah eks Karesidenan Banyumas mencatat pertumbuhan aset 5,72 persen (yoy), DPK 10,41 persen (yoy), dan kredit 18,34 persen (yoy).
Sementara itu, perusahaan pembiayaan menyalurkan pembiayaan hingga Rp4.138 miliar per Desember 2025, dengan porsi terbesar pada sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi dan perawatan kendaraan bermotor sebesar 21 persen.
Berbeda dengan sektor lainnya, industri asuransi jiwa dan asuransi umum mengalami penurunan premi sebesar 23,26 persen (yoy) menjadi Rp653,63 miliar.
Hingga akhir Januari 2026, OJK Purwokerto menerima 109 pengaduan konsumen jasa keuangan dan 1.114 permintaan laporan Informasi Debitur melalui layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Pengaduan didominasi persoalan SLIK, restrukturisasi kredit, agunan, pelunasan kredit, serta pelayanan pelaku usaha jasa keuangan.
Selain itu, OJK telah menggelar empat kegiatan literasi keuangan yang menjangkau 1.467 peserta, mulai dari jemaat Gereja Kristen Indonesia Purwareja Klampok, pelajar SMKN 1 Purwokerto, hingga diskusi publik bertajuk “Ngopi Ngapak” yang membahas kendala pengajuan kredit dan kejahatan keuangan digital.
Haramain menegaskan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga stabilitas sistem keuangan daerah.
“OJK bersama pemerintah dan stakeholder akan terus bersinergi menjaga stabilitas sistem keuangan, baik di tengah dinamika global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi sektor jasa keuangan,” tegasnya.
Editor : EldeJoyosemito