get app
inews
Aa Text
Read Next : PMI Banyumas Sanggup Kirim Plasma Darah dan Raih Dana hingga Rp2,5 Miliar Lebih

PMI Banyumas Diminta untuk Terus Tanggap terhadap Persoalan Kemanusiaan dan Bencana

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:08 WIB
header img
Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Banyumas periode 2026–2031 di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (31/3/2026). (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan masalah kemanusiaan. Organisasi kemanusiaan ini juga diharapkan terus hadir membantu pemerintah daerah dalam penanganan situasi darurat.

Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, menegaskan Banyumas termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Ancaman tersebut meliputi aktivitas Gunung Slamet, tanah longsor, banjir, kekeringan hingga kebakaran.

“Banyumas merupakan salah satu wilayah rawan bencana. Karena itu, PMI harus selalu siap siaga dalam merespons setiap kejadian,” ujarnya saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Banyumas periode 2026–2031 di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (31/3/2026).

Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Banyumas periode 2026-2031 diketuai dr Budhi Setiawan, sedangkan Pengurus PMI Kabupaten Banyumas periode 2026-2031 diketuai Nungky Harry Rachmat.

Ia menambahkan, posisi Banyumas juga strategis sebagai daerah penyangga jika terjadi bencana di wilayah sekitar, termasuk potensi tsunami di Cilacap. Menurutnya, dalam kondisi tersebut, Banyumas berpotensi menjadi tujuan pengungsian warga terdampak.

“Jika terjadi tsunami di Cilacap, masyarakat kemungkinan akan mengungsi ke Banyumas. Karena itu, perlu sinergi lintas wilayah, sebab bencana tidak mengenal batas administrasi,” katanya.

Sarwa juga menekankan pentingnya PMI menjalankan tugas berdasarkan tujuh prinsip dasar, seperti kemanusiaan, kenetralan, kemandirian, hingga kesukarelaan. Ia mengingatkan agar PMI tetap netral dan tidak terafiliasi dengan kepentingan politik.

“Tidak boleh ada atribut partai politik di kantor PMI. Ini penting untuk menjaga netralitas,” tegasnya.

Selain itu, PMI didorong untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk memperkuat Unit Donor Darah (UDD) serta memperluas jangkauan pelayanan hingga tingkat kecamatan.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menilai PMI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pelayanan kemanusiaan. Ia menyebut kontribusi PMI selama ini sangat nyata, terutama dalam penanganan bencana.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut