get app
inews
Aa Text
Read Next : Miris! Suami Aniaya Istri Hamil 8 Bulan di Banyumas, Polisi Ungkap Kronologi

Banyumas dan Selangor Jajaki Investasi Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi

Rabu, 15 April 2026 | 16:52 WIB
header img
Pemkab Banyumas bersama Kerajaan Selangor, Malaysia, mulai menjajaki peluang kerja sama investasi di sektor pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi. (Foto: Pemkab Banyumas)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Pemkab Banyumas bersama Kerajaan Selangor, Malaysia, mulai menjajaki peluang kerja sama investasi di sektor pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Penjajakan itu dilakukan saat pertemuan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dengan Pengarah Urusan KDEB Waste Management (KDEBWM) Selangor, Datuk Ramli Mohd Tahir, di Ruang Joko Kahiman Pemkab Banyumas, Purwokerto, Rabu (15/4/2026). 

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya awal kedua pihak untuk menjalin kolaborasi.

Sadewo menegaskan, kerja sama yang dibahas masih berada pada tahap penjajakan. Ia menjelaskan, Banyumas tidak mengandalkan pendekatan zero waste to energy yang membutuhkan investasi besar, melainkan mengembangkan konsep zero waste to money.

“Pendekatan kami adalah bagaimana sampah tidak hanya selesai sebagai limbah, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi. Minimal biaya pengelolaan bisa tertutupi dari hasil pengolahan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, sistem pengelolaan sampah di Banyumas relatif sederhana namun terbukti efektif dan berpotensi diterapkan di daerah lain, termasuk oleh mitra internasional.
Dalam rencana kolaborasi tersebut, pihak Selangor membuka peluang investasi melalui skema business to business (B2B), khususnya dalam penyediaan mesin pengolahan sampah di Banyumas.

Hasil pengolahan sampah nantinya akan dikembangkan menjadi berbagai produk, seperti palet berbahan limbah plastik yang berpotensi dipasarkan ke Malaysia.
“Skemanya, mereka menyediakan mesin, kemudian kita memproduksi palet dari limbah. Hasilnya akan diserap pasar Malaysia,” jelasnya.

Selain palet, Banyumas juga memiliki potensi mengembangkan produk turunan lain dari biji plastik hasil olahan sampah, seperti ember dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Bahan baku yang digunakan berupa plastik campuran atau kualitas kedua (KW2), yang lebih sesuai untuk produk non-pangan.

Sadewo menilai, pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi tersebut memiliki prospek yang menjanjikan, bahkan berpotensi memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan refuse-derived fuel (RDF).

“Dari perhitungan kami, nilai ekonominya bisa lebih tinggi dibandingkan hanya menjual RDF,” katanya.

Selain skema B2B, kerja sama juga terbuka melalui jalur antarpemerintah (government to government/G2G), termasuk kemungkinan pembentukan hubungan sister city antara Banyumas dan wilayah di Selangor.

Ia menambahkan, komunikasi antara kedua pihak telah berlangsung intens dalam beberapa waktu terakhir. Delegasi Selangor tercatat telah beberapa kali berkunjung ke Banyumas, sementara Pemkab Banyumas juga pernah diundang ke Kuala Lumpur untuk memaparkan sistem pengelolaan sampah yang diterapkan.

“Ini bukan pertemuan pertama. Komunikasi sudah berjalan beberapa kali dan kami juga pernah diundang ke Kuala Lumpur,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap penjajakan tersebut dapat segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang mampu memperkuat pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor lingkungan.

Sementara itu, Datuk Ramli Mohd Tahir menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Ia menyebut pembahasan masih terus berjalan dan diharapkan dapat segera diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

“Kami berharap ke depan terjalin kerja sama yang baik antara kedua pihak. Terima kasih atas sambutan yang diberikan. Insyaallah, pembahasan akan dilanjutkan hingga tahap MoU,” katanya.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut