Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gercep, Kemdiktisaintek Tunjuk Prof Ali Rokhman Jadi Plt Rektor Unsoed
Advertisement . Scroll to see content

Mahasiswa Unsoed Diajak Perkuat Literasi Media di Era Digital

Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:24 WIB
  • author Elde Joyosemito
Mahasiswa Unsoed Diajak Perkuat Literasi Media di Era Digital
Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto diajak untuk memperkuat literasi media, kemampuan berpikir kritis, serta karakter intelektual. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto diajak untuk memperkuat literasi media, kemampuan berpikir kritis, serta karakter intelektual di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi digital yang semakin memengaruhi generasi muda.

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai benteng awal sekaligus benteng terakhir dalam menjaga kualitas nalar publik. “Mahasiswa itu benteng, benteng terakhir sekaligus benteng awal. Dalam krisis, yang kuat adalah orang-orang yang punya intelektualitas, yang mampu berpikir dan mengambil keputusan,” ujarnya dalam kuliah umum di Auditorium FISIP Unsoed Purwokerto, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi, sekaligus membentuk cara pandang, karakter, hingga pola pengambilan keputusan, terutama di kalangan generasi muda.

Menurutnya, banjir informasi tanpa kemampuan seleksi yang memadai justru berpotensi melemahkan daya pikir kritis dan karakter individu.

“Setiap hari kita menerima informasi dalam jumlah besar, tetapi kalau tidak punya kapasitas untuk menyeleksi, maka esensi kemanusiaan bisa terkikis,” kata Benny dalam kuliah umum bertema “Literasi Media - Peran Kantor Berita Dalam Membangun Peradaban Bangsa di Era Digital” tersebut.

Benny menegaskan, di era yang ia sebut sebagai the age of velocity, informasi bergerak sangat cepat bahkan melampaui proses verifikasi. Karena itu, ukuran utama media tidak lagi sekadar kecepatan, melainkan juga kepercayaan, akurasi, dan otoritas dalam membangun narasi publik.

“The age of velocity adalah era ketika informasi bergerak lebih cepat daripada proses verifikasi. Karena itu, nilai media bukan lagi sekadar kecepatan, tetapi kepercayaan, akurasi, dan otoritas narasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak pada pemahaman instan tentang kesuksesan, seperti gagasan kerja cerdas tanpa proses yang matang.

“Tidak ada kerja cerdas tanpa dimulai dengan kerja keras. Hard work membentuk karakter, passion menjaga semangat, dan discipline membuat seseorang mampu bertahan dalam krisis,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Benny juga menegaskan bahwa Perum LKBN ANTARA terus bertransformasi dari sekadar penyedia informasi menjadi aktor penting dalam ekosistem informasi nasional yang kredibel dan dapat dipercaya.

“ANTARA bukan lagi sekadar news agency, tetapi harus menjadi aktor ekosistem informasi negara dan sumber informasi yang dipercaya publik,” ujarnya.

Usai kegiatan, Benny menyampaikan bahwa kuliah umum tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN yang dijalankan ANTARA melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, guna memperkuat literasi media di kalangan generasi muda.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut