Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Perjuangan Mia, Ibu Hamil yang Rela Motoran 13 Jam Demi Mudik dari Tangerang ke Cilacap
Advertisement . Scroll to see content

Cilacap Genjot Pariwisata, Revitalisasi Teluk Penyu hingga Buka Rute di Bandara Tunggul Wulung 

Selasa, 19 Mei 2026 | 09:15 WIB
  • author Elde Joyosemito
Cilacap Genjot Pariwisata, Revitalisasi Teluk Penyu hingga Buka Rute di Bandara Tunggul Wulung 
Pemkab Cilacap terus mendorong penguatan pariwisata berkelanjutan dengan revitalisasi kawasan pesisir Teluk Penyu serta pembukaan rute Bandara Tunggul Wulung. (Foto: Istimewa)

CILACAP, iNewsPurwokerto.id — Pemkab Cilacap terus mendorong penguatan sektor pariwisata berkelanjutan melalui sejumlah program strategis, mulai dari revitalisasi kawasan pesisir Teluk Penyu hingga upaya pembukaan kembali jalur penerbangan di Bandara Tunggul Wulung.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 bertema “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi” yang digelar di Pendopo Dipayudha Adigraha, Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ammy hadir bersama Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat serta Penjabat Sekretaris Daerah Cilacap Annisa Fabriana.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cilacap saat ini fokus menghidupkan kembali kawasan wisata Teluk Penyu sebagai destinasi unggulan di pesisir selatan Jawa Tengah. Namun, pengembangannya membutuhkan dukungan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kodam IV/Diponegoro, mengingat sebagian wilayah pesisir berada dalam kewenangan TNI AD.

“Skema yang paling memungkinkan adalah penunjukan pihak ketiga sebagai pengelola dengan persetujuan pemerintah daerah. Karena itu kami memohon dukungan komunikasi dengan Pangdam agar pengelolaan kawasan pesisir dapat berjalan optimal,” ujar Ammy.

Ia menjelaskan, kerja sama pengelolaan Teluk Penyu sebelumnya sempat terhenti menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pola kerja sama antarlembaga yang menggunakan pembiayaan APBN.

Selain pengembangan Teluk Penyu, kawasan Benteng Pendem juga diproyeksikan menjadi cagar budaya nasional. Pemerintah daerah telah melakukan komunikasi dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk mendorong penguatan kawasan heritage tersebut agar memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Benteng Pendem dan kawasan heritage lain diusulkan menjadi cagar budaya sehingga nantinya bisa mendapatkan dukungan pembiayaan khusus,” kata Ammy.

Di sisi lain, Pemkab Cilacap juga mulai mengembangkan konsep wisata berbasis ekonomi syariah, salah satunya di kawasan Rawa Bendungan. Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas variasi destinasi wisata di daerah tersebut.

Saat ini, Cilacap memiliki 19 desa wisata yang dikelola oleh masing-masing desa. Sementara itu, objek wisata yang dikelola langsung pemerintah kabupaten baru satu, yakni Pemandian Air Panas Cipari, yang dinilai masih membutuhkan pembenahan dan pengembangan ulang agar lebih berkelanjutan.

Selain sektor pariwisata, penguatan ekonomi syariah juga menjadi perhatian melalui kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Tengah. Skema pembiayaan UMKM berbasis syariah turut didorong melalui konsep “Bank Infaq” dengan dukungan BAZNAS Kabupaten Cilacap sebagai lembaga penjamin.

Di sektor transportasi, Pemkab Cilacap berupaya menghidupkan kembali konektivitas udara melalui Bandara Tunggul Wulung. Pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan maskapai Citilink dan Pelita Air untuk membuka rute penerbangan menuju Cilacap.

Menurut Ammy, landasan pacu bandara tersebut sudah memenuhi syarat untuk pesawat jenis ATR berkapasitas sekitar 50 penumpang. Pemkab juga menargetkan pembukaan rute Halim–Cilacap seiring meningkatnya agenda besar daerah seperti event motocross internasional dan Cilacap Night Carnival.

Tidak hanya itu, pengembangan sektor maritim juga menjadi perhatian melalui rencana peningkatan Pelabuhan Tanjung Intan menjadi pelabuhan internasional noncurah. Posisi geografis Cilacap yang menghadap langsung ke Samudra Hindia dinilai strategis untuk memperkuat jalur perdagangan internasional di selatan Pulau Jawa.

“Cilacap sudah memiliki fasilitas Bea Cukai dan Imigrasi, sehingga sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi pelabuhan internasional,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa pemerintah provinsi tengah mendorong pengembangan pelabuhan di beberapa wilayah, termasuk Cilacap, Batang, dan Kendal. Namun, ia menekankan pentingnya pembenahan infrastruktur secara menyeluruh agar pengembangan kawasan industri dan logistik dapat berjalan optimal.

“Kita dorong agar dalam dua tahun kawasan industri dan kontainer bisa berkembang, tetapi infrastrukturnya harus dibenahi terlebih dahulu,” kata Luthfi.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut