Festival Mitela 2026 dan Kuliner Viral Bakal Digelar di Kampus UHB
Purwono mengatakan, pengembangan startup tersebut dimulai tahun ini sebagai bentuk kontribusi pemanfaatan teknologi AI dalam sektor kesehatan yang semakin berkembang.
“NeuroVelis Health Box kami kembangkan sebagai kontribusi teknologi AI untuk bidang kesehatan. Tahun ini mulai kami dorong dalam bentuk startup agar bisa dikembangkan lebih luas,” ujarnya.
Menurut dia, salah satu fokus utama pengembangan teknologi tersebut adalah kesehatan mental yang saat ini menjadi isu penting, terutama di kalangan generasi muda atau Gen Z.
“Kesehatan mental saat ini sangat viral, terutama di kalangan Gen Z. Karena itu kami membuat tools berbasis AI untuk membantu mendeteksi maupun memprediksi tingkat anxiety, depresi, dan stress level seseorang,” katanya.
Ke depan, pengembangan sistem tersebut juga akan diintegrasikan dengan layanan profesional seperti psikolog dan psikiater.
“Pengembangannya nanti akan kami hubungkan dengan psikolog maupun psikiater, sehingga setelah terdeteksi bisa langsung mendapatkan rekomendasi penanganan,” ujarnya.
Selain kesehatan mental, tim pengembang juga mengembangkan teknologi AI di bidang farmasi. Salah satunya untuk menganalisis efek samping obat kanker.
“Kami juga mengembangkan teknologi farmasi untuk melihat efek samping obat kanker, sehingga bisa membantu proses analisis dalam pengobatan,” katanya.
Tak hanya itu, timnya turut mengembangkan teknologi retinal diabetes untuk mendeteksi potensi gangguan retina mata akibat diabetes.
“Kami membuat retinal diabetes untuk mengetahui apakah seseorang berpotensi mengalami diabetes retina mata atau tidak,” tutur Purwono.
Dia menilai, berbagai inovasi tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk hilirisasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas maupun sektor industri kesehatan.
Editor : EldeJoyosemito