Kementan Siapkan Tambahan 600 Sapi Perah di Baturraden untuk Kurangi Impor Susu
"Peningkatan produksi ini diharapkan dapat mendukung berbagai program pemenuhan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis," kata Dani, Selasa (9/6/2026).
Ia menambahkan, penambahan sapi perah tersebut merupakan tahap awal dari program penguatan ekosistem peternakan nasional yang dijalankan Kementan. Selain meningkatkan produksi susu, program ini juga ditujukan untuk memperbanyak ketersediaan bibit sapi perah unggul bagi para peternak.
Di sisi lain, BBPTUHPT Baturraden saat ini juga tengah menjalani proses transformasi kelembagaan menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Proses tersebut disebut telah memasuki tahap akhir.
Menurut Dani, status BLU nantinya akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan operasional maupun keuangan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan profesional.
Ia optimistis transformasi kelembagaan tersebut akan memperkuat kesiapan balai dalam mengelola pengembangan ratusan sapi perah impor yang akan datang.
Selain itu, proses pengadaan dan impor sapi perah tersebut turut mendapat pengawasan dari Kejaksaan Negeri Purwokerto sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas program.
Dani menilai langkah penambahan populasi sapi perah tidak hanya akan menekan impor susu, tetapi juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan peternak di berbagai daerah.
Ke depan, Kementan juga berencana mengembangkan model serupa di wilayah lain. Salah satu daerah yang disiapkan sebagai pusat pengembangan sapi perah berikutnya adalah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang dinilai memiliki potensi lahan dan kondisi lingkungan yang mendukung pengembangan peternakan sapi perah skala besar.
Editor: EldeJoyosemito