Embun Beku Kembali Selimuti Dieng, Wisatawan Berburu Momen Bun Upas
Sementara itu, salah seorang warga, Akhmad Musyafa, mengatakan lapisan embun beku yang muncul pada Rabu pagi terlihat cukup tebal dan jelas terlihat di area lapangan sekitar Candi Arjuna.
“Hari ini embun beku cukup tebal dan sangat kelihatan di lapangan sekitar Candi Arjuna,” katanya.
Secara terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto menjelaskan kemunculan bun upas tahun ini dipengaruhi kondisi cuaca yang sangat kering di kawasan Dieng.
Berdasarkan data BMKG, curah hujan di wilayah tersebut sejak 6 hingga 9 Juni 2026 tercatat nol milimeter. Kondisi tersebut menunjukkan atmosfer berada dalam keadaan sangat kering.
“Curah hujan nol milimeter menunjukkan atmosfer berada dalam kondisi sangat kering. Selain itu, langit cenderung cerah tanpa awan pada malam hingga pagi hari,” ujar Goeroeh.
Ia menjelaskan, minimnya tutupan awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari dapat dilepaskan secara maksimal ke atmosfer dan luar angkasa saat malam hari. Akibatnya, proses pendinginan berlangsung lebih cepat sehingga suhu permukaan tanah turun drastis.
Editor : EldeJoyosemito