get app
inews
Aa Text
Read Next : Miris! Suami Aniaya Istri Hamil 8 Bulan di Banyumas, Polisi Ungkap Kronologi

Jazz Gunung Slamet Segera Digelar, Berikut Artis yang Tampil Beserta Keseruannya

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:09 WIB
header img
Gelaran yang akan digelar di Wanawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu (27/6/2026) mendatang itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Event BRI Jazz Gunung Slamet 2026 siap kembali menghibur para pencinta musik. Gelaran yang akan digelar di Wanawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu (27/6/2026) mendatang itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tingginya minat penonton bahkan membuat tiket kategori VIP ludes terjual jauh sebelum hari pelaksanaan.

Gelaran tahun ini menjadi momentum kembalinya Jazz Gunung Slamet setelah terakhir kali diselenggarakan pada 2024. Dengan latar alam pegunungan di kawasan Baturraden dan udara sejuk kaki Gunung Slamet, festival tersebut diproyeksikan menghadirkan pengalaman berbeda yang memadukan musik, wisata, budaya, dan kuliner dalam satu perhelatan.

Penggagas Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono, mengatakan sejak awal Jazz Gunung tidak hanya dirancang sebagai konser musik semata, melainkan sebagai ruang yang mampu membangun ekosistem budaya dan ekonomi berbasis masyarakat.

“Sejak awal kami merancang Jazz Gunung bukan hanya sebagai konser jazz, tetapi konser yang membangun ekosistem budaya,” kata Sigit saat konferensi pers BRI Jazz Gunung Slamet 2026 usai kegiatan Road to Banyumas Lengger Bicara 2026 di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin (15/6/2026).

Menurut dia, konsep tersebut telah diterapkan sejak Jazz Gunung pertama kali digelar di kawasan Gunung Bromo sekitar 18 tahun lalu. Selain menghadirkan pertunjukan musik, kegiatan tersebut juga selalu melibatkan pameran seni, pertunjukan budaya tradisional, hingga berbagai ekspresi budaya lokal.

Sigit menilai konsep tersebut sejalan dengan pengembangan pariwisata berbasis komunitas karena mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pengelola hotel dan restoran, musisi, hingga warga sekitar lokasi acara.

Ia juga menilai Banyumas memiliki potensi besar untuk mengembangkan agenda budaya berskala nasional karena didukung kekayaan alam, tradisi yang kuat, dan akses transportasi yang mudah.

“Purwokerto merupakan salah satu simpul penting jalur kereta api di Pulau Jawa sehingga memudahkan wisatawan untuk datang ke Jazz Gunung Slamet,” ujarnya.

Pada tahun ini, BRI Jazz Gunung mengangkat tema “Jazztination”, yakni konsep yang memadukan musik jazz dengan destinasi wisata. Melalui konsep tersebut, festival tidak hanya menjadi ruang pertunjukan musik, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya daerah.

Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai aktivitas pendukung yang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Salah satu yang menjadi daya tarik baru adalah kehadiran Kampung Durian, area khusus yang menampilkan berbagai varietas durian lokal Banyumas.

Direktur Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono, mengatakan Kampung Durian dihadirkan sebagai upaya memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada para penonton, khususnya pemegang tiket VIP.

“Kami ingin penonton tidak hanya menikmati musik, tetapi juga mengenal potensi kuliner khas Banyumas,” kata Bagas.

Selain itu, pihaknya juga terus mendorong regenerasi musisi muda melalui program Bromo Jazz Camp yang selama ini menjadi wadah pencarian dan pembinaan talenta-talenta baru dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagas mengakui antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan Jazz Gunung Slamet tahun ini sangat tinggi. Hal itu terlihat dari habisnya tiket VIP dalam waktu relatif singkat.

“Ternyata antusiasme penonton sudah terasa. Tiket VIP sudah habis terjual dan saat ini kami tengah mempertimbangkan kemungkinan penambahan kuota tiket,” ujarnya.

BRI Jazz Gunung Slamet 2026 akan menghadirkan sejumlah musisi lintas generasi dengan warna musik yang beragam.

Musisi asal Purwokerto, Amelia Ong, menjadi salah satu penampil yang paling dinantikan. Vokalis sekaligus komposer jazz tersebut dikenal memiliki kiprah internasional dan kemampuan memainkan berbagai instrumen musik seperti piano dan saksofon.

Selain itu, akan tampil pula Emptyyy, trio asal Jakarta yang mengusung perpaduan progressive jazz dan jazz-rock dengan karakter musik yang eksperimental dan atmosferik.

Panggung Jazz Gunung Slamet juga akan dimeriahkan oleh MOCCA, grup musik independen yang telah dikenal luas lewat lagu-lagu populer seperti Secret Admirer dan On A Night Like This. Sentuhan pop, jazz, swing, dan bossanova yang menjadi ciri khas mereka diperkirakan akan menghidupkan suasana festival.

Selanjutnya, Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar akan menghadirkan sajian jazz modern yang mengolah kembali karya-karya maestro Indonesia dalam balutan aransemen segar dan dinamis.

Sementara itu, NonaRia akan membawa penonton bernostalgia melalui nuansa musik swing dan ragtime yang terinspirasi dari era 1940-an. Grup yang digawangi Nesia Ardi dan Nanin Wardhani tersebut dikenal dengan lagu-lagu bertema keseharian yang ringan, jenaka, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dengan jajaran musisi berkualitas, panorama alam Baturraden yang memikat, serta berbagai aktivitas pendukung yang mengangkat potensi lokal, BRI Jazz Gunung Slamet 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu festival musik unggulan di Jawa Tengah.

Tak hanya menghadirkan hiburan, festival tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Banyumas melalui perpaduan musik, budaya, kuliner, dan destinasi wisata dalam satu pengalaman yang utuh.

Bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket VIP, panitia masih menyediakan tiket reguler yang dapat dibeli melalui kanal penjualan resmi dengan harga Rp450 ribu.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut