get app
inews
Aa Text
Read Next : Miris! Suami Aniaya Istri Hamil 8 Bulan di Banyumas, Polisi Ungkap Kronologi

KKS x Banyumas Digifest 2026 Perkuat UMKM dan Percepat Transformasi Digital 

Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:41 WIB
header img
Upaya penguatan ekonomi daerah, inovasi, dan transformasi digital kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Serayu (KKS) x Banyumas Digifest 2026. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Upaya penguatan ekonomi daerah, inovasi, dan transformasi digital kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Serayu (KKS) x Banyumas Digifest 2026 di Kompleks Menara Teratai Purwokerto pada 20-21 Juni 2026. 

Kegiatan yang digelar Bank Indonesia Purwokerto bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan itu menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas digitalisasi ekonomi dan keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya.

Mengusung tema "Penguatan Sinergi dan Digitalisasi untuk Mengakselerasi UMKM Banyumas Raya yang Tangguh, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan", kegiatan tersebut menghadirkan berbagai program yang mengintegrasikan pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, digitalisasi sistem pembayaran, ekonomi hijau, pelindungan konsumen, serta peningkatan literasi dan edukasi masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, mengatakan KKS x Banyumas Digifest 2026 merupakan bentuk nyata sinergi berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"KKS dan Banyumas Digifest 2026 merupakan bentuk nyata sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata, perluasan digitalisasi, serta penguatan ekonomi hijau di daerah," katanya saat pembukaan acara, Sabtu (20/6/2026).

Ia menegaskan, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah era transformasi digital yang berkembang pesat.

"Melalui kolaborasi yang kuat, kita berharap UMKM Banyumas Raya semakin tangguh, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar global," ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri para kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Banyumas Raya sebagai bentuk komitmen bersama dalam memajukan perekonomian regional.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, yang membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"KKS x Banyumas Digifest menjadi wadah penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor," kata Sadewo.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas terus berkomitmen mendorong digitalisasi layanan publik, elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, pengembangan UMKM, dan penguatan ketahanan pangan.

"Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Karena itu, kami terus memperluas pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.

Ajang tahunan ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha, komunitas kreatif, akademisi, lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat. Lebih dari 100 UMKM dari berbagai daerah di Banyumas Raya turut ambil bagian dengan menampilkan produk unggulan dari sektor wastra, kerajinan, kriya, makanan dan minuman, hingga ekonomi kreatif.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia Purwokerto bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas juga meluncurkan sistem pembayaran parkir Menara Teratai berbasis QRIS serta implementasi e-retribusi pasar rakyat.

Pembayaran nontunai di kawasan Menara Teratai kini dapat dilakukan melalui QRIS statis maupun QRIS dinamis. Selain itu, sistem e-retribusi telah diterapkan di 14 pasar rakyat di Kabupaten Banyumas.

Melalui sistem tersebut, para pedagang dapat melakukan pembayaran retribusi melalui berbagai kanal digital, seperti QRIS, kode pembayaran, MPos, dan metode pembayaran non-tunai lainnya.

KKS x Banyumas Digifest 2026 juga dimanfaatkan untuk memperluas akses pembiayaan dan membuka pasar yang lebih luas bagi UMKM. Dalam kesempatan itu dilakukan penyerahan business matching pembiayaan dari sejumlah perbankan kepada pelaku UMKM, simbolis kerja sama penjualan ekspor, serta penyerahan sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) kepada UMKM binaan.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki standar mutu produk, serta memperkuat daya saing produk unggulan Banyumas Raya di pasar internasional.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan, Bank Indonesia Purwokerto juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani di Banyumas Raya.

Kemeriahan pembukaan acara turut diwarnai pertunjukan seni dan budaya, salah satunya Kemilau Wastra Serayu, sebuah peragaan busana yang menampilkan karya-karya unggulan perajin wastra dari Banyumas Raya.

Berbagai agenda utama juga digelar, mulai dari QRIS Purwokerto Run, talkshow, kompetisi memasak, Purwokerto Mini Hackathon, Festival Kenthongan Cinta, Bangga, Paham Rupiah, kompetisi latte art, hingga pemilihan Duta Pelindungan Konsumen dan Duta Cinta, Bangga, Paham Rupiah 2026.

Antusiasme masyarakat terhadap KKS x Banyumas Digifest 2026 terlihat dari padatnya area pameran UMKM dan panggung utama. Selain berburu produk unggulan, pengunjung juga tampak memanfaatkan sistem pembayaran digital berbasis QRIS yang dinilai praktis dan cepat untuk bertransaksi di berbagai stan pameran maupun layanan publik yang tersedia.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut