Festival Gunung Slamet 2026 Jadi Ajang Promosi Desa Wisata dan UMKM Purbalingga
"Kalau masyarakat ingin berkunjung ke Panusupan tetapi khawatir kesulitan menemukan lokasi, bisa menghubungi pengelola. Kami siap membantu bahkan menjemput wisatawan dari pertigaan Rajawana agar perjalanan lebih mudah," ujar Leni.
Ia menambahkan, informasi mengenai destinasi wisata maupun berbagai kegiatan di Desa Wisata Panusupan dapat diakses melalui akun Instagram @dwipa_official dan TikTok @dwipa.official6.
Selain pameran desa wisata, hari pertama Festival Gunung Slamet juga diisi Sarasehan Kepariwisataan yang diikuti perwakilan dari 32 desa wisata di Kabupaten Purbalingga. Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah serta praktisi pariwisata Arsy Widianto untuk berbagi strategi pengembangan desa wisata agar semakin berdaya saing.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani berharap Festival Gunung Slamet yang telah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) dapat memberikan dampak positif bagi pemulihan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
"Semoga Festival Gunung Slamet yang ke-9 ini diberikan kelancaran dan menjadi daya tarik yang mampu mengangkat kembali semangat masyarakat. Kami sangat bangga karena festival ini menjadi penanda bahwa Desa Serang dan wilayah sekitarnya mampu bangkit kembali setelah sempat menghadapi bencana alam. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat sehingga mereka kembali bersemangat menjalani kehidupan ke depan," kata Dimas.
Menurutnya, Pemkab Purbalingga akan terus mendukung pengembangan pariwisata berbasis desa melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku wisata, pelaku UMKM, seniman, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha dan menambah pendapatan masyarakat di kawasan wisata.
Editor: EldeJoyosemito