Pertamina Gandeng Aparat Penegak Hukum Awasi Penyaluran BBM Bersubsidi di Jateng dan DIY
SEMARANG, iNewsPurwokerto.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan melibatkan aparat penegak hukum serta sejumlah pemangku kepentingan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran Pertalite dan Biosolar tepat sasaran serta mencegah terjadinya penyalahgunaan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan koordinasi dengan aparat penegak hukum terus ditingkatkan guna menjaga penyaluran BBM bersubsidi sesuai ketentuan.
"Koordinasi dengan aparat penegak hukum dan seluruh pemangku kepentingan terus kami lakukan agar penyaluran BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran," kata Taufiq, Rabu (8/7/2026).
Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam pengawasan dengan melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi melalui Pertamina Call Center 135 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Selain memperketat pengawasan, Pertamina memastikan ketersediaan BBM di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi aman. Saat ini, stok gasoline tercatat setara 12,5 kali konsumsi harian normal, sedangkan gasoil mencapai sekitar 14 kali kebutuhan harian.
Untuk BBM bersubsidi, ketahanan stok Pertalite berada pada level 11,5 kali konsumsi harian normal dan Biosolar mencapai 13,5 kali konsumsi harian. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Pertamina juga menegaskan tidak terjadi kelangkaan Biosolar di SPBU wilayah Jawa Tengah dan DIY. Meski terdapat antrean kendaraan di beberapa SPBU, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan dan tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.
Untuk menjaga pasokan tetap tersedia, perusahaan memanfaatkan sistem pemantauan stok SPBU secara real time. Melalui sistem digital tersebut, SPBU yang stoknya mulai menipis dapat segera terdeteksi sehingga pasokan tambahan langsung dikirim dari terminal BBM terdekat.
"Pemantauan dilakukan secara real time sehingga apabila ada SPBU dengan stok kritis, suplai dapat segera ditambah agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar," jelas Taufiq.
Sebagai upaya meningkatkan pelayanan, Pertamina juga menempatkan petugas marshaling di sejumlah SPBU untuk membantu mengatur antrean kendaraan. Selain itu, konsumen dapat memanfaatkan berbagai fitur di aplikasi MyPertamina, seperti program Extra Point, promo bersama berbagai merchant, serta layanan pencarian SPBU terdekat.
Taufiq menegaskan, penguatan pengawasan, pemanfaatan teknologi digital, dan peningkatan layanan merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kelancaran distribusi energi sekaligus memastikan BBM bersubsidi diterima oleh masyarakat yang berhak di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Editor: EldeJoyosemito