Obituari Prof Drs Rubijanto Misman: Rektor Revolusioner yang Bawa Unsoed Alami Loncatan

Elde Joyosemito
.
Rabu, 15 September 2021 | 13:34 WIB
Pelepasan jenazah mantan Rektor Unsoed Prof Rubijanto Misman. (Foto: Elde Joyosemito)

PURWOKERTO, iNews.id-Suasana hening dan haru, ketika jenazah Prof Drs Rubijanto Misman datang di Auditorium Graha Widyatama Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk disemayamkan. Keluarga, kolega, teman dan lainnya datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Rektor Unsoed periode 1997-2005.

Pada masa itu, tantangan seorang Rektor luar biasa, karena menjelang runtuhnya Orde Baru dan masuk ke Orde Reformasi. Hampir seluruh kampus di tanah air dipastikan bergolak pada zaman reformasi. Tetapi Prof Rubi – panggilang akrab – membuka dialog dengan mahasiswa, sehingga hampir seluruh mahasiswa aktivis dikenali. Pendekatannya dengan membuka ruang bagi mahasiswa menjadikan Prof Rubi diapresiasi.

Tak hanya itu, semasa kepemimpinan Prof Rubi, Unsoed mengalami loncatan besar dengan semakin bertambahnya fakultas seperti Kedokteran. Secara otomatis, jumlah mahasiswa juga melonjak.

Prestasi itulah yang juga disinggung oleh Bupati Banyumas Achmad Husein. Dalam sambutannya, Husein mengatakan bahwa almarhum merupakan sosok akademisi pemikir, ulet, tekun dan sabar. “Bahkan, kalau saya mengatakan adalah sosok yang revolusioner. Sangat terasa dedikasinya pada waktu memimpin Unsoed selama 8 tahun,”ujar Bupati.

Dia mengatakan almarhum Prof Rubi juga merupakan sosok yang dikenal dengan seluruh lapisan masyarakat, termasuk dengan para mahasiswa.”Ada sebutan untuk Prof Rubi sebagai sosok palugada, apa yang lu mau, gua ada. Inilah sosok yang dikenal serba bisa dan selalu memberikan bantuan,”ungkapnya.

Bupati mengatakan bahwa masyarakat khususnya warga Banyumas kehilangan tokoh dan intelektual besar Unsoed. “Saya atas nama pribadi dan pemerintah, ikut berbela sungkawa. Mari kita mendoakan supaya husnul khatimah,”katanya.

Rektor Unsoed Prof Suwarto mengaku kehilangan sosok guru, tokoh dan panutan. “Saya atas nama pribadi dan keluarga besar Unsoed merasa kehilangan atas kepergian guru kita, tokoh kita dan panutan kita. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan diampuni dosa-dosanya,”kata Rektor saat memberikan sambutan.

Prof Rubi bukan hanya milik Unsoed, tetapi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Banyumas. Sebab, sosoknya mampu diterima di seluruh kalangan dan masih tetap aktif berorganisasi meski tidak lagi menjabat sebagai Rektor.

 

Editor : Elde Joyosemito
Bagikan Artikel Ini