get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkab Dukung Perlindungan bagi 2.000 Pekerja Rentan di Banyumas Lewat Dana CSR

Tragis, Penderes Nira Tewas Setelah Terjatuh dari Pohon Kelapa Setinggi 20 Meter

Minggu, 26 Juli 2026 | 08:41 WIB
header img
Seorang penderes nira warga Desa Banjarejo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id – Seorang penderes nira berinisial W (42), warga Desa Banjarejo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa saat bekerja, Sabtu (25/7/2026). 

Hasil pemeriksaan kepolisian menunjukkan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, kejadian itu berlangsung di pekarangan milik Tarjo yang berada di Dukuh Kunjeng, Desa Banjarejo. 

Peristiwa diketahui sekitar pukul 10.00 WIB, sedangkan laporan diterima Polsek Puring pada pukul 12.10 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan para saksi, sebelum kejadian korban masih berada di atas pohon kelapa untuk mengambil nira. Dua rekan kerja yang datang sekitar pukul 09.00 WIB memilih menunggu di halaman rumah karena korban belum menyelesaikan pekerjaannya.

Sekitar pukul 09.30 WIB, salah seorang saksi sempat mendengar suara benda jatuh. Namun, suara tersebut belum menimbulkan kecurigaan. Baru sekitar pukul 10.00 WIB, seorang saksi lainnya mendatangi sumber suara dan menemukan korban sudah tergeletak di tanah dalam posisi tengkurap.

Warga kemudian berdatangan untuk memberikan pertolongan sekaligus melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan Polsek Puring.

Hasil olah TKP mengindikasikan korban terjatuh saat memanjat pohon kelapa dengan ketinggian sekitar 20 meter. Di lokasi, petugas menemukan bercak darah serta sebuah sabit yang diduga digunakan korban untuk menderes. Tubuh korban ditemukan berjarak sekitar 2,1 meter dari pangkal pohon.

Pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami sejumlah luka berat, di antaranya patah tulang rahang, patah pergelangan tangan kiri, patah tulang rusuk, patah tulang paha kanan, patah tulang pada punggung kaki kiri, serta sejumlah luka robek dan lecet di beberapa bagian tubuh. 

Polisi juga memastikan tidak ditemukan bekas jeratan pada leher maupun tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.

Kapolres menjelaskan, penanganan kasus melibatkan tim Inafis dan Samapta Polres Kebumen, personel Polsek Puring, tenaga medis dari Puskesmas Puring, serta pemerintah desa. Petugas melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, dan mengamankan barang bukti.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan sehingga jenazah diserahkan untuk dimakamkan," ujar Kapolres.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut