Wamendikdasmen Targetkan Pembangunan SNT Banyumas Dimulai Oktober 2026
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menargetkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Banyumas, mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Sekolah tersebut diharapkan sudah dapat beroperasi pada tahun ajaran berikutnya.
Saat berkunjung ke Banyumas, Jumat (31/7/2026), Fajar meninjau lokasi yang disiapkan untuk pembangunan SNT sekaligus berdialog dengan calon peserta didik beserta orang tua di SMKN 1 Kalibagor.
"Kami melihat langsung calon lokasi pembangunan SNT. Luas lahannya sudah memenuhi ketentuan dan mudah-mudahan proses pembangunan bisa dimulai pada Oktober nanti," ujarnya.
Menurut Fajar, lahan seluas sekitar 20 hektare yang sebelumnya digunakan sebagai bumi perkemahan dinilai memenuhi syarat untuk menjadi lokasi pembangunan sekolah tersebut. Ke depan, SNT diharapkan menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di Banyumas.
Ia menjelaskan pembangunan SNT merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas.
Pemerintah, kata dia, menargetkan pembangunan 37 SNT di berbagai daerah pada tahun ini. Namun, pada tahun ajaran 2026/2027 baru 17 sekolah yang mulai beroperasi dan membuka penerimaan peserta didik baru. Di Jawa Tengah, Banyumas dan Jepara menjadi dua daerah yang ditunjuk sebagai lokasi pembangunan SNT.
Selain meninjau lokasi, Wamendikdasmen juga bertemu dengan para calon siswa yang telah mengikuti rangkaian seleksi. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 3 Agustus 2026.
Fajar mengaku terkesan dengan kualitas para peserta yang dinilai memiliki rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, serta daya kritis yang baik.
"SNT diperuntukkan bagi siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik," katanya.
Berdasarkan hasil sementara seleksi nasional, peserta asal Banyumas menempati peringkat kedua nasional untuk jenjang SMP dan peringkat pertama nasional pada jenjang SMA. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kualitas ekosistem pendidikan di Banyumas yang mampu bersaing secara nasional.
Ia menambahkan, konsep SNT dirancang sebagai sekolah terpadu yang menggabungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu kawasan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Tak hanya itu, keberadaan SNT juga diharapkan menjadi pusat inovasi pendidikan yang dapat dimanfaatkan sekolah-sekolah lain melalui berbagi fasilitas maupun praktik pembelajaran.
"Kami ingin SNT menjadi laboratorium pendidikan yang bisa menjadi rujukan bagi sekolah lain, bukan menjadi sekolah yang eksklusif secara sosial," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang orang tua calon siswa, Dian Anggarini, mengaku tertarik mendaftarkan putrinya karena menilai SNT menawarkan sistem pendidikan unggulan yang didukung fasilitas lengkap.
Menurutnya, sarana dan prasarana yang memadai akan mendorong semangat belajar siswa sekaligus mencetak generasi yang lebih berkualitas.
Putrinya yang saat ini bersekolah di SMP Negeri 5 Purwokerto telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran secara daring, tes bakat skolastik hingga audiensi bersama Wamendikdasmen.
"Hasil seleksi akan diumumkan pada 3 Agustus 2026. Jika lolos, peserta akan mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah pada 10 Agustus 2026," katanya.
Meski persaingan cukup ketat dengan 59 peserta yang memperebutkan sekitar 40 kursi, Dian tetap optimistis putrinya dapat menjadi bagian dari angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi di Banyumas.
Editor : EldeJoyosemito