Lebih dari 20 Ribu Jiwa di 27 Desa di Banyumas Alami Krisis Air Bersih
Di sisi lain, kondisi kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BPBD mencatat sedikitnya 9,3 hektare lahan terbakar di lima lokasi berbeda di Banyumas.
Lima titik karhutla tersebut berada di Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara seluas 0,3 hektare, Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja seluas 2 hektare, Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati seluas 1 hektare, Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan seluas 2 hektare, serta Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang seluas 4 hektare.
Menurut Dwi, penanganan dampak kekeringan dilakukan secara terpadu bersama berbagai pihak, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Dompet Dhuafa, Perumda Air Minum Tirta Satria, serta para relawan yang membantu distribusi air bersih kepada masyarakat.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.
"Kami mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih dan menghindari pembakaran lahan karena kondisi saat ini sangat kering sehingga api mudah menyebar," pungkasnya.
Editor : EldeJoyosemito