Polres Kebumen Siaga Hadapi Karhutla, BPBD Mulai Salurkan Air Bersih ke 11 Desa
KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id – Memasuki puncak musim kemarau, Polres Kebumen menggelar Apel Gelar Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu (5/8/2026). Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen.
Beberapa pekan terakhir, sejumlah titik kebakaran hutan dilaporkan terjadi di Kebumen. Kondisi tersebut menjadi perhatian aparat karena dikhawatirkan meluas seiring cuaca panas dan minimnya curah hujan.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, musim kemarau tahun ini menyebabkan kawasan hutan dan lahan menjadi lebih kering sehingga mudah terbakar. Selain memicu kebakaran, kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya ancaman kekeringan dan berkurangnya pasokan air bersih.
"Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil, tetapi juga merusak lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, hingga menghambat berbagai aktivitas masyarakat," kata Kapolres.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat kepolisian. Diperlukan sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Kebumen, BPBD, instansi terkait, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan cepat dan efektif.
Apel kesiapsiagaan tersebut juga bertujuan memastikan personel beserta peralatan dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran selama musim kemarau.
Kapolres turut mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
"Sebagian besar kebakaran hutan dan lahan dipicu oleh kelalaian manusia. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat ikut berperan aktif mencegah terjadinya karhutla," ujarnya.
Sementara itu, dampak musim kemarau juga mulai dirasakan masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Udy Cahyono mengatakan, pada pekan pertama Agustus 2026 pihaknya mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke 11 desa yang telah menyelesaikan proses asesmen.
Tahap awal distribusi dilakukan menggunakan 14 tangki atau sekitar 63.000 liter air bersih. Penyaluran dilakukan berdasarkan standar kebutuhan dasar sebesar 7 liter per orang per hari untuk kebutuhan minum dan memasak.
Desa penerima bantuan meliputi Kalirejo dan Clapar di Kecamatan Karanggayam, Penimbun dan Tunjungseto di Kecamatan Sempor, Kebagoran di Kecamatan Pejagoan, Bojongsari di Kecamatan Alian, serta Sidoagung di Kecamatan Sruweng dan Kalijering di Kecamatan Padureso.
"Minggu ini kita sudah asesmen untuk 11 desa. Selanjutnya distribusi akan dijadwalkan ke wilayah lain yang membutuhkan. Dengan dukungan APBD murni dan perubahan, total distribusi tahun ini diperkirakan bisa mencapai lebih dari 1.400 tangki. Kami juga masih mengoptimalkan sisa donasi tahun 2023 sekitar 110 tangki," ujar Udy.
Ia menambahkan, berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang, hampir sama seperti tahun 2023, yakni hingga Oktober bahkan November. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan.
Editor: EldeJoyosemito