Dari Sumpiuh Banyumas, Inilah Jejak Jenderal Gatot Soebroto yang Berpihak pada Rakyat
Pengalamannya dalam berbagai operasi membuat Gatot kemudian dipercaya menjadi Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro.
Di kalangan prajurit, ia dikenal sebagai pemimpin yang menuntut disiplin. Namun ketegasannya juga dibarengi perhatian terhadap kehidupan rakyat. Baginya, kekuatan militer tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang menjadi bagian dari negara.
Perjalanan kariernya sempat mengalami guncangan. Pada 1953, namanya terseret dalam tuduhan terkait kerusuhan di Istana. Dalam situasi tersebut, Gatot memilih meninggalkan dunia militer.
Namun pengabdiannya belum berakhir.
Pada 1956, ia kembali dipercaya sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Dalam posisi itu, Gatot kembali terlibat dalam upaya menghadapi berbagai pergolakan di daerah, termasuk pemberontakan PRRI/Permesta.
Gagasan untuk Militer Indonesia
Selain dikenal sebagai komandan lapangan, Gatot Soebroto juga memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan militer.
Editor : EldeJoyosemito