get app
inews
Aa Text
Read Next : Ekshumasi Sutrimo di Banyumas, Dokter Forensik Periksa Tanah hingga Seluruh Organ

Dari Sumpiuh Banyumas, Inilah Jejak Jenderal Gatot Soebroto yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:32 WIB
header img
Monumen Jenderal Gatot Subroto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas (Foto: Instagram/ @nyg_photography)

Dari PETA hingga Tentara Republik

Masa pendudukan Jepang menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan Gatot Soebroto. Ia mengikuti pendidikan Pembela Tanah Air atau PETA, sebelum dipercaya menjadi komandan kompi di Banyumas dan kemudian memimpin satu batalyon.

Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 1945. Gatot kemudian bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal Tentara Nasional Indonesia.

Kariernya di tubuh angkatan bersenjata Republik terus berkembang. Ia pernah dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis, termasuk sebagai Panglima Divisi II dan Gubernur Militer Surakarta.

Pada masa revolusi, Gatot berada di tengah berbagai pergolakan yang mengancam republik muda. Salah satu peristiwa penting yang dihadapinya adalah Peristiwa Madiun 1948.

Sebagai Gubernur Militer Wilayah II yang mencakup Semarang dan Surakarta, Gatot terlibat dalam operasi militer bersama Divisi Siliwangi dan pasukan lainnya untuk merebut kembali Madiun yang dikuasai kelompok pemberontak.

Menembus Medan Konflik hingga Sulawesi

Kiprah Gatot tidak berhenti di Jawa. Ia juga dipercaya menjalankan tugas di Sulawesi Selatan dalam operasi menghadapi pemberontakan yang dipimpin Kahar Muzakar.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut