Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dukung Program Ketahanan Pangan, Polresta Banyumas Tanam Jagung dan Tebar Benih Ikan
Advertisement . Scroll to see content

Ekshumasi Sutrimo di Banyumas Libatkan Ahli DNA hingga Toksikologi untuk Ungkap Sebab Kematian

Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:34 WIB
  • author Puteranegara Batubara
Ekshumasi Sutrimo di Banyumas Libatkan Ahli DNA hingga Toksikologi untuk Ungkap Sebab Kematian
Polda Metro Jaya melaksanakan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026), sekira pukul 09.30 WIB. Foto: Ist

BANYUMAS, iNewsPurwokerto.id — Polda Metro Jaya resmi menggelar proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Langkah autopsi ulang ini ditempuh sebagai bagian dari penyidikan demi memperoleh bukti medis dan ilmiah yang akurat untuk mengungkap penyebab pasti kematian pria yang dikenal sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pengusutan perkara berawal dari dua laporan masyarakat yang sempat diterima oleh Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas.

Setelah melalui serangkaian penyelidikan, kasus tersebut dinaikkan ke tahap penyidikan dan ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah serta Polresta Banyumas.

Dalam pelaksanaannya, proses ekshumasi dibagi ke dalam tiga tahapan mendasar, yaitu pembongkaran makam, pemeriksaan luar untuk memastikan identitas jenazah sesuai permintaan penyidik, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan bagian dalam tubuh secara menyeluruh.

Pemeriksaan medis ini melibatkan tim gabungan Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) dari Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta didukung oleh para ahli laboratorium forensik, toksikologi, DNA, hingga histopatologi anatomi. Ketua PDFMI, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti, menegaskan bahwa pelibatan lintas pakar ini bertujuan agar proses investigasi berjalan komprehensif dan menghasilkan temuan berbasis ilmiah yang kuat.

Selain memeriksa jasad, tim forensik turut mengamati kondisi lingkungan makam, jenis dan kontur tanah, ukuran liang lahat, serta mengambil sampel tanah di sekitar lokasi. Berbagai sampel organ dari jenazah juga diambil untuk diuji lebih lanjut di laboratorium guna mendeteksi penyebab sekaligus cara kematian almarhum.

Meskipun sampel telah diamankan, tim forensik belum dapat menarik kesimpulan instan karena seluruh spesimen masih harus melalui uji laboratorium. Pemeriksaan mendalam ini diharapkan mampu memperjelas apakah kematian Sutrimo terjadi secara alamiah atau terdapat indikasi tidak alamiah.

Proses ekshumasi ini sendiri telah mendapatkan izin dan persetujuan resmi dari keluarga almarhum, dan Polda Metro Jaya berjanji akan menyampaikan perkembangan perkara secara transparan setelah hasil analisis tim ahli keluar.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut