get app
inews
Aa Text
Read Next : Ekshumasi Sutrimo di Banyumas, Dokter Forensik Periksa Tanah hingga Seluruh Organ

Kabar Baik! Bupati Banyumas Pastikan Trans Banyumas Tetap Beroperasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:58 WIB
header img
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memastikan layanan Trans Banyumas tetap beroperasi meskipun pemerintah daerah tidak lagi mendapatkan anggaran pusat. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memastikan layanan Trans Banyumas tetap beroperasi meskipun pemerintah daerah tidak lagi mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui skema Buy The Service (BTS).

Sadewo menegaskan, keberadaan Trans Banyumas telah menjadi bagian penting dari kebutuhan transportasi masyarakat sehingga pelayanan tidak boleh terhenti. Pemerintah Kabupaten Banyumas kini menyiapkan skema pembiayaan agar layanan tersebut tetap berjalan.

"Saya pastikan Trans Banyumas tidak akan berhenti. Memikirkan pelayanan masyarakat harus terus berjalan. Tidak usah khawatir dan tidak usah dipolemikkan," kata Sadewo.

Ia mengatakan, Trans Banyumas pada awalnya merupakan program pemerintah pusat melalui skema BTS. Namun, setelah menjadi kebutuhan masyarakat, Pemkab Banyumas akan mengambil langkah agar operasional transportasi umum tersebut tetap berlanjut.

Menurut Sadewo, Pemkab Banyumas sebelumnya masih berharap mendapatkan satu kali pencairan subsidi dari Kementerian Perhubungan dengan nilai sekitar Rp13 miliar hingga Rp14 miliar. Namun, hingga kini anggaran tersebut belum terealisasi.

"Yang penting Trans Banyumas jangan sampai berhenti. Dari mana anggarannya nanti sedang kami siapkan bersama TAPD dan DPRD. Yang utama pelayanan masyarakat harus tetap berlanjut," ujarnya.

Sadewo menjelaskan, armada Trans Banyumas bukan merupakan aset Pemkab Banyumas. Bus-bus tersebut dimiliki operator swasta, sementara pemerintah membayarkan biaya layanan berdasarkan jarak tempuh melalui skema BTS sehingga tarif yang dibayarkan masyarakat tetap terjangkau.

Ia menilai Trans Banyumas memiliki peran penting dalam menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan murah. Bahkan, berdasarkan penilaian Kementerian Perhubungan, layanan Trans Banyumas termasuk salah satu BTS terbaik di Indonesia karena memiliki tingkat keterisian penumpang atau load factor yang tinggi.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap subsidi pemerintah, Pemkab Banyumas juga menyiapkan strategi peningkatan pendapatan non-tarif. Salah satunya melalui pemanfaatan armada Trans Banyumas sebagai media promosi dan iklan.

"Salah satu upaya untuk menekan jumlah subsidi adalah dengan pemasangan iklan. Nanti Trans Banyumas bisa di-branding untuk iklan sehingga dapat menjadi tambahan pendapatan," kata Sadewo.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas memperhitungkan anggaran operasional yang tersedia saat ini diperkirakan hanya mampu menopang layanan hingga 28 Agustus 2026. 

Kebutuhan biaya operasional Trans Banyumas mencapai sekitar Rp3,3 miliar setiap bulan. Agar layanan dapat dipertahankan hingga Desember 2026, diperlukan tambahan anggaran sekitar Rp15 miliar.

Beban pembiayaan tersebut diproyeksikan mulai berkurang pada April 2027. Pada periode tersebut, cicilan investasi pembelian armada bus yang dibiayai melalui modal awal penanam saham dijadwalkan lunas.

Dengan lunasnya cicilan tersebut, biaya operasional Trans Banyumas diperkirakan dapat ditekan sekitar 25 hingga 35 persen. Kondisi itu diharapkan dapat membantu Pemkab Banyumas menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik tanpa terlalu bergantung pada subsidi pemerintah.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut