Kelas Kompetensi Mandarin Dibuka bagi Calon Sarjana Hukum Unsoed
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id — Pusat Bahasa Mandarin Puhua bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membuka Kelas Kompetensi Mandarin bagi calon sarjana hukum.
Program yang dimulai Kamis (20/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya FH Unsoed memperkuat daya saing mahasiswa melalui penguasaan bahasa dan kompetensi lintas budaya.
Dekan Fakultas Hukum Unsoed Prof Dr Riris Ardhanariswari mengatakan, mahasiswa hukum perlu memiliki bekal yang lebih luas selain penguasaan teori, kemampuan analisis, dan pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan.
Menurut dia, kemampuan komunikasi lintas budaya semakin penting seiring dengan dunia profesional yang semakin terbuka dan terhubung secara global.
"Calon sarjana hukum perlu memiliki bekal yang tidak hanya berkaitan dengan teori, kemampuan analisis, dan pemahaman peraturan perundang-undangan. Mereka juga perlu memiliki keterampilan komunikasi lintas budaya," kata Riris.
Sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara, Riris berharap kelas tersebut dapat membantu mahasiswa mempelajari bahasa Mandarin secara bertahap, praktis, dan relevan dengan kebutuhan mereka.
"Kami berharap mahasiswa dapat membangun kemampuan bahasa Mandarin secara bertahap dan praktis, sehingga mereka semakin percaya diri menggunakannya, baik dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam konteks profesional," ujarnya.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen FH Unsoed dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain fondasi keilmuan hukum, penalaran kritis, dan etika profesi, mahasiswa mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan pendukung yang dapat memperluas kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Penguasaan bahasa Mandarin diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa yang nantinya berkarier di bidang korporasi, perdagangan, investasi, layanan hukum, maupun sektor lain yang memiliki jejaring internasional.
Program Sarjana Ilmu Hukum FH Unsoed berstatus akreditasi Unggul hingga 21 September 2030 dan memperoleh akreditasi internasional FIBAA hingga 19 September 2028.
Sementara itu, Pusat Bahasa Mandarin Puhua memandang kolaborasi dengan FH Unsoed sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembelajaran bahasa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Penguasaan bahasa Mandarin dinilai tidak sekadar menjadi keterampilan tambahan, tetapi juga dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membuka peluang kerja sama di tingkat nasional dan internasional.
Kelas Kompetensi Mandarin tersebut terdiri atas tiga kelas dengan masing-masing 30 mahasiswa. Pembelajaran dilaksanakan dua kali dalam sepekan di Fakultas Hukum Unsoed.
Kegiatan dipandu Dr Chen Tao pengajar penutur asli bahasa Mandarin yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengembangan pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia. Chen Tao juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Bahasa Mandarin Puhua yang didirikan bersama Baoding University, China, di bawah dukungan Center for Language Education and Cooperation (CLEC) China.
"Kelas ini kami rancang sebagai ruang belajar yang aktif dan suportif. Mahasiswa tidak hanya mempelajari kosakata dan struktur bahasa, tetapi juga didorong untuk berani berkomunikasi dan memiliki kepekaan terhadap budaya," kata Chen Tao.
Selain pembelajaran bahasa, peserta juga dipersiapkan mengikuti Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK), yakni ujian kompetensi bahasa Mandarin berskala internasional.
"Targetnya, mahasiswa tidak hanya mengikuti pembelajaran, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengikuti ujian HSK. Kompetensi tersebut dapat mendukung kebutuhan studi lanjut, beasiswa, maupun pengembangan karier," ujarnya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FH Unsoed sekaligus Guru Besar Hukum Ketenagakerjaan Prof Dr Siti Kunarti selaku koordinator kegiatan mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
Dia menilai kelas Mandarin merupakan kesempatan strategis bagi mahasiswa program sarjana untuk memperoleh kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
"Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa jenjang S1 untuk mengikuti kelas yang akan digelar dua kali dalam seminggu di Fakultas Hukum Unsoed. Program ini diberikan tanpa biaya dan diupayakan untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang hukum," ujar Siti Kunarti.
Melalui kerja sama tersebut, Pusat Bahasa Mandarin Puhua dan Fakultas Hukum Unsoed menegaskan komitmen untuk memperkuat kualitas calon sarjana hukum agar memiliki kemampuan akademik, integritas, kemampuan beradaptasi, serta wawasan global.
Editor : EldeJoyosemito