KKI 2026 Jadi Momentum UMKM Banyumas Raya Perluas Pasar
Menurut dia, pengembangan UMKM dilakukan secara menyeluruh dari sisi hulu hingga hilir. Strateginya mencakup penguatan ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta peningkatan literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan.
"Di Banyumas Raya, kami terus memperkuat UMKM dari hulu sampai hilir. Tidak hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana kualitas produknya meningkat, masuk ke ekosistem digital, mendapatkan akses pembiayaan, serta mampu menembus pasar yang lebih luas," ujarnya.
Hingga Agustus 2026, KPwBI Purwokerto telah mendampingi dan mengembangkan 180 UMKM binaan serta 300 UMKM mitra. Sebagian besar bergerak di sektor industri makanan dan minuman, dengan produk unggulan antara lain kopi dan gula kelapa.
Pendampingan dilakukan melalui kurasi dan peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, perluasan akses pasar, fasilitasi UMKM berorientasi ekspor, pengembangan UMKM hijau, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan ekonomi syariah.
Dari sisi pembiayaan, fasilitasi yang dilakukan KPwBI Purwokerto hingga Agustus 2026 telah menghasilkan komitmen pembiayaan sebesar Rp800 juta untuk lima UMKM.
Sementara dalam aspek digitalisasi, seluruh UMKM binaan BI Purwokerto telah menggunakan QRIS. Selain itu, lebih dari 150 UMKM telah masuk atau onboarding ke marketplace maupun platform digital.
"Digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi UMKM. Seluruh UMKM binaan kami sudah menggunakan QRIS, dan lebih dari 150 UMKM telah masuk ke marketplace atau platform digital. Ini diharapkan dapat memperluas jangkauan konsumen sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi," kata Aswin.
Pengembangan UMKM juga diarahkan pada pemberdayaan perempuan, penguatan usaha berbasis ekonomi sirkular, serta pemanfaatan bahan baku lokal. Dengan demikian, pengembangan UMKM tidak hanya mengejar peningkatan omzet, tetapi juga mendorong model usaha yang lebih berkelanjutan.
Editor : EldeJoyosemito