Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Perjuangan Mia, Ibu Hamil yang Rela Motoran 13 Jam Demi Mudik dari Tangerang ke Cilacap
Advertisement . Scroll to see content

Sidat Jadi Komoditas Andalan Ubah Desa yang Awalnya Miskin untuk Lebih Berdaya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:10 WIB
  • author Elde Joyosemito
Sidat Jadi Komoditas Andalan Ubah Desa yang Awalnya Miskin untuk Lebih Berdaya
Ikan sidat (Anguilla bicolor) yang selama ini dikenal sebagai komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi perlahan mengubah cara warga melihat potensi desa. (Foto: iNewsPurwokerto)

Pada panen perdana, kelompok mampu menghasilkan sekitar 250 kilogram sidat. Hasil panen tersebut langsung dibeli koperasi mitra untuk selanjutnya dipasarkan.

"Karena kita kerja sama dengan koperasi, jadi hasilnya itu langsung diambil koperasi, langsung dibeli koperasi," ujar Ita.

Pasar sidat juga cukup menjanjikan. Komoditas ini memiliki permintaan dari pasar luar negeri, salah satunya Jepang.

Namun, warga tidak ingin berhenti pada penjualan ikan segar.

Ketika Sidat Menjelma Abon dan Sambal

Dari kolam pembesaran, perjalanan sidat berlanjut ke dapur-dapur warga. Ikan yang tidak terserap pasar segar diolah menjadi produk pangan dengan nilai jual yang lebih tinggi.

"Jadi kalau sidat adalah satu, itu jadi abon sidat. Kedua, ada abon kayabaki. Yang ketiga, kepala sidat menjadi kerupuk sidat. Yang berikutnya menjadi sambal sidat," kata Misbah.

Pengolahan tersebut membuat nilai ekonomi sidat menjadi lebih panjang. Ikan yang sebelumnya hanya bernilai ketika dijual dalam kondisi segar kini dapat menghasilkan produk turunan.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut