2.877 Arsip Batik Indonesia Ungkap Jejak Perdagangan dan Perjumpaan Budaya
Dengan demikian, perkembangan batik turut merekam pertemuan berbagai kelompok masyarakat dalam aktivitas ekonomi dan budaya.
Dimensi lain terlihat pada arsip klowongan batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang. Dalam tradisi tersebut, motif tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi berkaitan dengan doa dan harapan yang diwariskan dalam keluarga.
Batik dalam konteks itu memiliki fungsi sebagai media untuk meneruskan nilai keagamaan dan tradisi dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Yayasan Lasem Heritage menjadi salah satu pihak yang berkontribusi dalam pengajuan bersama tersebut.
Perwakilan Yayasan Lasem Heritage, Baskoro, mengatakan koleksi yang mereka miliki menunjukkan kuatnya hubungan antara kegiatan ekonomi dan perjumpaan budaya di Lasem.
"Kami memiliki 259 lembar arsip statis. Ini bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan rekaman yang membuktikan betapa kuatnya jejaring ekonomi dan perjumpaan budaya di Lasem dan jaringan budaya batik Indonesia pada kurun 1900–1950. Lewat penominasian ini, kami ingin memastikan bahwa sejarah panjang kontribusi Lasem dalam kebudayaan batik Indonesia merupakan kontribusi komunal dan layak dilestarikan untuk keberlanjutan batik sebagai warisan budaya takbenda," ujar Baskoro perwakilan dari Yayasan Lasem Heritage.
Koleksi dari berbagai wilayah kemudian disatukan dalam satu nominasi agar perjalanan batik dapat dilihat secara lebih utuh, bukan hanya dari motif dan bentuk kain, tetapi juga dari perdagangan, hubungan sosial dan nilai budaya yang menyertainya.
Pengajuan Arsip Batik Indonesia: Jaringan Dagang dan Budaya 1900–2023 menjadi upaya mempertemukan arsip yang selama ini tersimpan di berbagai lembaga dan koleksi pribadi.
Sebanyak 17 pihak dari sejumlah wilayah Jawa Tengah ikut terlibat dalam proses tersebut. Keberagaman sumber membuat khazanah yang diajukan memiliki sudut pandang yang lebih luas mengenai perjalanan batik Indonesia.
Jika ditetapkan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa 2026, kumpulan arsip tersebut diharapkan menjadi sumber untuk memahami sejarah batik dari berbagai sisi, mulai dari produksi, perdagangan dan penggunaan hingga perjumpaan budaya serta nilai sosial dan spiritual.
Program Memori Kolektif Bangsa merupakan inisiatif ANRI untuk menemukan, menjaga dan memperkenalkan arsip yang memiliki arti penting bagi perjalanan sejarah serta pembentukan identitas Indonesia.
Program tersebut juga sejalan dengan upaya pelestarian warisan dokumenter dunia melalui Memory of the World yang dikembangkan UNESCO.
Dengan ribuan dokumen yang berhasil dihimpun, Arsip Batik Indonesia memperlihatkan bahwa sejarah batik tidak berhenti pada kain dan motif. Di baliknya terdapat cerita tentang perdagangan, manusia, budaya dan hubungan antarkelompok yang ikut membentuk perjalanan Indonesia.
Editor : Arbi Anugrah