Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kombes Dhovan Oktavianton Jadi Kapolresta Banyumas Gantikan Kombes Petrus
Advertisement . Scroll to see content

Pemkab Banyumas Siapkan Etalase Pertanian, Perkuat Pemasaran Produk Pangan Lokal

Jum'at, 04 September 2026 | 07:54 WIB
  • author Elde Joyosemito
Pemkab Banyumas Siapkan Etalase Pertanian, Perkuat Pemasaran Produk Pangan Lokal
Pemkab Banyumas menyiapkan pengembangan etalase pertanian modern sebagai upaya memperkuat pemasaran produk sekaligus mengoptimalkan potensi pangan lokal. (Foto: Pemkab Banyumas)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id — Pemkab Banyumas menyiapkan pengembangan etalase pertanian modern sebagai upaya memperkuat pemasaran produk sekaligus mengoptimalkan potensi pangan lokal. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan menjadi pusat informasi, pemasaran, hingga transaksi berbagai produk pertanian masyarakat.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan gagasan mengenai etalase pertanian sebenarnya telah direncanakan sejak dirinya masih menjabat sebagai wakil bupati. Namun, keterbatasan kewenangan saat itu membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

Hal itu disampaikan Sadewo dalam pertemuan bersama Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti di Ruang Joko Kaiman, kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto.

Menurut Sadewo, keberadaan etalase pertanian akan memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai kebutuhan pertanian, mulai dari bibit hingga sarana produksi. Di sisi lain, fasilitas tersebut juga dapat mempertemukan petani dengan pasar sehingga produk yang dihasilkan memiliki akses pemasaran lebih luas.

“Sudah ada informasi mengenai petani yang memiliki bibit apa saja. Dengan adanya etalase pertanian, tentu akan memudahkan dalam pemasarannya,” kata Sadewo.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti mengatakan Banyumas dan kawasan selatan Jawa memiliki potensi pangan yang besar untuk dikembangkan. Potensi tersebut tidak sebatas tanaman pangan, tetapi mencakup sektor pertanian dalam arti luas, peternakan, perikanan, hingga berbagai komoditas yang berkembang di kawasan pesisir selatan.

Menurut dia, potensi wilayah selatan Jawa perlu dipetakan dan dikembangkan secara optimal agar mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan.

“Potensi pantai selatan ini jangan sampai hilang dan jangan kalah dengan pantai utara. Kami ingin melihat dan memetakan potensi pangan, khususnya di wilayah Karesidenan Banyumas, mulai dari pertanian, peternakan sampai potensi yang ada di wilayah pantai selatan,” ujarnya.

Widiastuti menambahkan, Kemenko Pangan memiliki peran untuk mengoordinasikan kementerian terkait dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi pangan di daerah. Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mempercepat pembangunan sektor pangan dan mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Banyumas Bidang Pertanian, Guno Purtopo, mengatakan konsep etalase pertanian juga diarahkan untuk mendorong tumbuhnya petani muda dan pelaku usaha pertanian agar semakin produktif.

Pengembangan tersebut sejalan dengan program Banyumas yang mendorong terbentuknya sentra pengusaha dan petani muda di setiap kecamatan serta penguatan swasembada pangan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Nantinya akan ada katalog digital dan etalase produk. Katalog digital menjadi wadah bagi pengusaha untuk menampilkan komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan. Sementara etalase produk menjadi tempat untuk menampilkan produk pertanian lokal, meningkatkan akses pasar, sekaligus menjadi tempat transaksi bagi kelompok tani,” jelas Guno.

Untuk mendukung pengembangan sistem digital tersebut, Pemkab Banyumas telah menggandeng sejumlah perguruan tinggi di daerah. Salah satunya Telkom University Purwokerto yang dilibatkan dalam pengembangan aplikasi etalase pertanian.

Guno mengatakan Telkom University Purwokerto bahkan siap menerjunkan mahasiswa untuk membantu proses pengembangan aplikasi hingga sistem tersebut dapat dioperasikan. Perguruan tinggi lainnya di Banyumas juga telah menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi.

“Kami menggandeng Tel-U untuk menyiapkan aplikasi. Bahkan dari Telkom juga siap menerjunkan mahasiswanya untuk membantu pengembangan etalase pertanian sampai berjalan. Begitu pun perguruan-perguruan tinggi lainnya, mereka menyatakan siap berkolaborasi,” katanya.

Selain berfungsi sebagai pusat informasi dan pemasaran, kawasan etalase pertanian tersebut nantinya juga dilengkapi lahan seluas sekitar enam hektare. Lahan itu akan dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi kawasan edukasi dan wisata pertanian.

Menurutnya, dengan konsep tersebut, etalase pertanian diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk memasarkan hasil produksi petani. "Tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, inovasi, dan pengembangan usaha pangan lokal di Banyumas,"tambahnya.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut