get app
inews
Aa Text
Read Next : Generasi Muda Diajak Padukan Kearifan Lokal dengan Kecerdasan Buatan

Serunya Banyumas Mantu, Ketika 29 Pasangan Nikah Bersama

Jum'at, 04 September 2026 | 17:21 WIB
header img
Suwardi (63) dan Suwarni (49) merupakan pasangan dengan usia tertua dalam gelaran Banyumas Mantu. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id -  Raut bahagia terpancar jelas dari wajah Suwardi (63) dan Suwarni (49). Keduanya menjadi pasangan dengan usia tertua dalam gelaran Banyumas Mantu yang mempertemukan puluhan pasangan dalam sebuah perayaan pernikahan bersama di Rita Supermall Purwokerto, Jumat (4/9/2026).

Bagi Suwardi, hari itu bukan sekadar seremoni. Ada kebahagiaan sekaligus rasa syukur karena akhirnya ia dan Suwarni dapat memperoleh kepastian hukum atas pernikahan mereka tanpa harus memikirkan biaya yang selama ini menjadi kendala.

“Sangat bahagia dan terima kasih sekali kepada panitia. Akhirnya kami bisa nikah gratis dengan fasilitas lengkap,” tutur Suwardi.

Banyumas Mantu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut digelar berkolaborasi dengan SPU Wedding Expo, sekaligus menjadi ruang pertemuan antara kepentingan sosial masyarakat dan geliat industri pernikahan.

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 500 pasangan. Setelah melalui proses seleksi, panitia menetapkan pasangan peserta dengan rentang usia mulai 18 hingga 63 tahun.

Namun, program ini bukan sekadar menghadirkan pesta pernikahan bersama. Di balik kemeriahan pelaminan, kirab, busana pengantin dan resepsi, terdapat upaya membantu masyarakat memperoleh legalitas pernikahan.

Sekretaris Panitia HUT ke-81 RI Kabupaten Banyumas, Wahyono, mengatakan Banyumas Mantu dirancang sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang ingin menikah secara resmi, tetapi terbentur persoalan biaya.

“Ini solusi nyata untuk menolong masyarakat yang ingin menikah tetapi terkendala biaya. Kami ringankan langkah mereka,” ujarnya.

Prosesi Banyumas Mantu diawali dengan kirab dari Pendopo Si Panji menuju Rita Supermall Purwokerto. Sebanyak 29 pasangan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut sebelum menjalani prosesi akad nikah yang disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie.

Sekda Banyumas Agus Nur Hadie secara resmi membuka kegiatan yang menggabungkan pameran industri pernikahan dengan program nikah massal sosial tersebut.

Dalam sambutan Bupati Banyumas yang dibacakannya, Agus menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam kolaborasi tersebut. Menurut dia, Banyumas Mantu memiliki nilai lebih karena tidak hanya berkaitan dengan perayaan pernikahan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Kegiatan ini menarik karena bukan hanya soal expo atau perayaan pernikahan. Di dalamnya ada nilai sosial, pemberdayaan ekonomi, dan upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan kepastian dan legalitas dalam kehidupan berkeluarga,” kata Agus.

Pada gelaran 2026, tercatat 29 pasangan mengikuti program Banyumas Mantu dengan rentang usia 21 hingga 63 tahun. Selain itu, dua pasangan mengikuti prosesi isbat nikah untuk memperoleh legalitas pernikahan berupa buku nikah resmi dari negara.

Menurut Agus, pencatatan pernikahan memiliki arti penting bagi kehidupan keluarga. Buku nikah tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga dapat memudahkan keluarga dalam mengurus berbagai kebutuhan, termasuk administrasi anak, pendidikan, kesehatan, hingga hak-hak hukum.

“Dengan adanya buku nikah, akan lebih mudah dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi keluarga, termasuk terkait anak, pendidikan, kesehatan, maupun hak-hak hukum lainnya. Untuk itu saya berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan dan semakin banyak masyarakat yang dibantu,” tegasnya.

Di balik prosesi sakral para pasangan pengantin, Banyumas Mantu juga membawa cerita lain. Pernikahan ternyata menghidupkan begitu banyak sektor usaha.

Agus menilai industri pernikahan merupakan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan banyak pelaku usaha. Mulai dari wedding organizer, dekorasi, tata rias, fotografi, katering, busana, suvenir, hiburan, percetakan hingga berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Ketika ada satu pernikahan, ada banyak pelaku usaha yang ikut bergerak. Melalui expo ini, menjadi ruang untuk mempertemukan para pelaku usaha wedding dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap para pelaku industri pernikahan di Banyumas terus meningkatkan profesionalisme dan kreativitas sehingga mampu memperluas pasar serta naik kelas.

Ketua Panitia Banyumas Wedding Expo 2026, Rumaisa, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut telah berlangsung sejak Maret. Selain menjadi ajang promosi industri pernikahan lokal, kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 RI di Banyumas.

“Hari ini kita sampai di puncak acara sebagai wadah promosi, pembangunan, dan ajang yang memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat Banyumas,” kata Rumaisa.

Banyumas Mantu tahun ini mengusung tema Heritage Love Story. Tema tersebut membawa kisah cinta para pasangan pengantin ke dalam bingkai kearifan lokal Banyumas, yang salah satunya berangkat dari kawasan adat Bonokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang.

Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memperkenalkan pakem tata rias pengantin khas Banyumas bernama Sira Ayu Banyumasan.

Riasan tersebut menampilkan ciri khas pais Capit Yuyu yang terinspirasi dari kisah pewayangan gagrag Banyumasan. Dengan demikian, pernikahan tidak hanya menjadi peristiwa personal bagi pasangan pengantin, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat identitas budaya daerah.

Para peserta Banyumas Mantu pun memperoleh sejumlah fasilitas dan manfaat. Selain kemudahan dokumen kependudukan terpadu melalui Dindukcapil dan Kementerian Agama, terdapat bantuan Baznas, tabungan emas dari Pegadaian, serta layanan tata rias gratis dari DPC HARPI Melati Banyumas bersama perias lokal.

Dari pelaminan Banyumas Mantu, kebahagiaan itu pun menjadi milik bersama yaitu ketika cinta memperoleh legalitas, tradisi tetap terjaga, dan masyarakat mendapat kesempatan untuk melangkah menuju kehidupan keluarga yang lebih pasti.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut